Sabtu, 18 November 2017

Serang polisi, seorang warga Jayapura ditembak

Selasa, 18 Juli 2017 06:16

Ilustrasi. Foto: Elshinta.com Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ayo berbagi!

Personel dari Kepolisian Resor (Polres) Jayapura terpaksa menembak seorang warga berinisial BW (50) karena menyerang polisi yang melerai pertikaian sesama keluarga dan berujung penganiayaan terhadap FW (35) di Genyem, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

"Memang betul pada Senin (17/7) sekitar pukul 16.00 WIT anggota Polsek Nimboran, Bripka Silas, terpaksa menembak bagian kaki pelaku karena yang bersangkutan menyerang anggota saat hendak dilerai, ketika bertikai dengan FW," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal di Jayapura, Selasa (18/7).

Ia mengatakan bahwa insiden itu berawal dari perkelahian antara FW dengan AW, anak dari BW, di Pasar Genyem akibat dipengaruhi minuman beralkohol.

BW, yang merupakan kakak dari FW, berdomisili di Kampung Ombrob. Ia diduga menyimpan dendam sehingga mencari FW sambil membawa senjata tajam.

Saat mereka bertemu, BW sempat menganiaya FW sehingga polisi yang datang ke lokasi kejadian mencoba melerai, namun BW berbalik menyerang Bripka Silas hingga pakaian yang digunakannya tersobek.

"BW yang diminta membuang senjata tajam berupa parang tidak mengindahkan dan menyerang anggota sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan menembak bagian kaki, setelah diberi tembakan peringatan," kata Kamal.

Ia menjelaskan, kini baik BW maupun FW sama-sama menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Kotaraja.

Kondisi BW yang mengalami luka tembak di bagian kaki masih stabil dan masih dirawat di RS Bhayangkara, demikian Komisaris Besar Ahmad Kamal.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar