Minggu, 19 November 2017

Festival dance terbesar ala Ibiza akan warnai langit Pulau Dewata

Kamis, 20 Juli 2017 23:12

Foto : Istimewa. Foto : Istimewa.
Ayo berbagi!

Anda hobi mendengarkan langsung musik dari DJ internasional? Harapan tersebut tentu segera terwujud di ajang Pacha Bali Festival 2017 yang bakal digelar pada 18 Agustus 2017 di Anantara Seminyak, Bali.

General Manager, Sekaligus Promotor Chairri Ibrahim dari Maxima Entertainment menyampaikan, Pacha Festival akan hadir untuk memberikan sensasi festival musik Electronic Dance Music (EDM) level internasional. "Target kami, evennya dikunjungi tiga ribu hingga lima ribu wisatawan baik nusantara dan mancanegara," ucap Chairri, Kamis (20/7).

Menurur Chairri, Pacha Festival Bali ini akan hadir dengan konsep yang lebih intim ke pengunjung. Seluruh pengunjung akan dimanjakan dengan ultimate 360° festival experience .

Chairri mengungkapkan untuk lineup-nya tentu saja nama-nama dunia dan semua akan dikolaborasikan dengan DJ top lokal. “Ada 10 DJ dari Indonesia dan International seperti Steve Angello, Fedde Le Grand, Roger Sanchez, Leroy Styles, Patrix Johnson, Danny Wade, Justin Strike, Moski Love, James Sullvian dan Dipha Barus JYAP menjadi list DJ asal Indonesia.

Pacha sendiri, lanjut Chairri, merupakan salah satu dance club terbaik di dunia, yang dikenal dengan Club terbaiknya di Ibiza, Spanyol. Karenanya, Pacha Festival Bali akan menghadirkan pengalaman festival electronic dance terbesar di Pulau Dewata. “Gelaran Pacha Festival 2017 akan mewarnai langit Bali, dengan alunan musik dari deretan DJ internasional ternama untuk pertama kalinya,” katanya.

Tiket sendiri sudah mulai dijual kepada publik sejak hari ini melalui website www.pachafestivalbali.com. “Untuk tahap pertama ini kami menjual tiket GA (General Admission) seharga Rp. 565.000, termasuk tax dan handling fee. Selain itu tiket VIP seharga Rp 1.665.000, termasuk tax dan handling fee,” ujarnya.

Sementara Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Pacha Bali Festival 2017. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini. Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Bali. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan deretan DJ dunia yang tampil di Indonesia.

Selain itu, event ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. "Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba ke Indonesia. Dalam kurun waktu kurang dari setahun mereka akan datang lagi," tandas menpar.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar