Kamis, 24 Agustus 2017

Prinsip `tidak boleh ada yang tertinggal` awali pelaksanaan SDGs di Indonesia

Senin, 31 Juli 2017 16:41

Pengumuman Peluncuruan Perpres No. 59 Tentang SDGs (sumber: Elshinta.com) Pengumuman Peluncuruan Perpres No. 59 Tentang SDGs (sumber: Elshinta.com)
Ayo berbagi!

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau lebih dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai komitmen global pembangunan yang disepakati seluruh anggota PBB merupakan penyempurnaan daripada Millenium Development Goals yang pelaksanannya telah usai di akhir 2015. Diharapkan penyempurnaan tujuan tersebut dapat lebih komprehensif mencakup berbagai bidang secara mendalam dan terkait, serta berkelanjutan (sustainable).

Indonesia, sebagai salah satu negara anggota PBB memiliki komitmen kuat dalam pelaksanaan SDGs yang diturunkan dalam 17 Tujuan serta 169 Target. Yang merupakan salah satu keunggulan Indonesia dalam menterjemahkan komitmen ini adalah dengan integrasi yang erat dengan program Nawa Cita pemerintah hingga tertuang secara konkrit dalam Rencana Kerja Pemerintah. Diterbitkannya Peraturan Presiden no. 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menjadi wujud komitmen tersebut.

“Rencananya [Perpres No. 59 tahun 2017] akan diluncurkan insya Allah pada hari Rabu besok bersamaan dengan Rencana Kerja Pemerintah 2018. Dalam Perpres tersebut Presiden akan memimpin langsung pelaksanaan dari SDGs, sedangkan Menteri PPN/Bappenas ditugaskan menjadi koordinator pelaksana,” ungkap Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro.

“Dengan prinsip dasar dari SDGs adalah no one left behind atau tidak boleh ada yang ditinggalkan, karena itu dalam pelaksanaannya, SDGs akan tidak hanya melibatkan Pemerintah seperti waktu MDGs tetapi kita juga akan melibatkan pemerintahan daerah, parlemen, filantrofi, bisnis, organisasi kemasyarakatan atau civil society organization, media, akademisi dan tentunya para pakar,” lanjutnya.

Diharapkan peran serta aktif dari komponen-komponen masyarakat baik dalam hal sumber pendanaan supaya tidak menjadi penghalang dalam pencapaian target-target SDGs tersebut selain dari anggaran negara. Antara lain filantrofi, bisnis dan sumber-sumber lain yang sah. Rencana Aksi Nasional lima tahunan sudah harus siap dalam kurun waktu enam bulan sejak diluncurkannya Perpres ini, serta Rencana Aksi Daerah maksimal 12 bulan sejak aksi ini ditandatangani presiden. Suatu Peta Jalan SDGs juga akan disiapkan hingga tahun 2030.

Menanggapi pernyataan Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut, Anita Nirody selaku UN Resident Coordinator di Indonesia telah menegaskan semangat leave no one behind (red: tidak meninggalkan siapapun) dalam pelaksanaan target-target pembangunan berkelanjutan serta majunya persiapan Indonesia hingga saat ini.

“Yang membuat SDGs berbeda dan membangun di atas prinsip MDGs adalah dengan memberikan panduan yang jelas selama 14 tahun ke depan sehingga tidak ada satupun perempuan, laki-laki atau anak yang tertinggal kelak. Sejak awal, Republik Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan dalam membentuk dan melaksanakan tujuan ini secara global dan di Indonesia,” kata Nirody.

 “Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada Pemerintah atas Perpres mengenai SDGs ini yang akan menyediakan landasan utama bagi implementasi SDGs," lanjutnya.

Indonesia diketahui memainkan peran kunci dalam pembentukan tujuan-tujuan ini sebagai co-chair dalam panel 2030 atau yang juga dikenal sebagai panel SDGs.

Sejak perkenalan SDGs di awal 2016, Elshinta Media Group telah mengambil langkah proaktif dalam memberikan kontribusi sebagai media untuk menyuarakan persoalan-persoalan atau pencapaian yang berkaitan dengan SDGs tersebut. Antara lain, Radio Elshinta menyiarkan tiga kali dalam sehari dalam program Laporan SDGs, topik-topik aktual dari berbagai pelosok di Indonesia yang relevan dengan SDGs. Bahkan, sejak Maret 2016 United Nations Information Centre di Jakarta telah menggandeng Elshinta sebagai mitra dalam sosialisasi SDGs di masyarakat. Fokus pada peran dan interaksi dengan generasi muda menjadi salah satu pencapaian yang ingin diraih oleh PBB.

“Salah satu mitra terpenting kita adalah generasi muda Indonesia. Secara global, kita tidak dapat kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan sudut pandang dan energi dari mereka yang paling terkoneksi secara digital, dan mereka yang merupakan generasi sadar global dalam sejarah ini. Sangatlah penting untuk mendengarkan kaum muda dan kita berharap untuk terus berinteraksi dengan mereka,” ungkap Anita Nirody.

Masih ada lagi informasi The Global Goals (SDGs) menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar