Jumat, 22 Juni 2018 | 10:24 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

BI : Daya beli masyarakat belum tergambarkan menyeluruh

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Bank Indonesia mengatakan masih terlalu dini jika beranggapan daya beli masyarakat saat ini menurun, karena terjadi perubahan pola konsumsi terutama setelah berkembang pesatnya transaksi ekonomi digital.</p><p>"Ada faktor data-data transaksi secara daring (online) yang secara statistik tidak ter-cover. Kami sedang kaji dengan Badan Pusat Statistik. Kalau lihat kegiatan melalui&nbsp;online&nbsp;itu memotong rantai perdagangan, karena beberapa tahapan di tengah rantai hilang," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Jakarta, Kamis (3/8).</p><p>Menurut Dody, untuk menilai terjadinya anomali ekonomi atau tidak harus melalui kajian menyeluruh, termasuk kajian dengan merekam karakter kegiatan-kegiatan ekonomi saat ini.</p><p>Anomali ekonomi merupakan tren ekonomi yang diduga oleh beberapa kalangan sedang terjadi saat ini karena data ekonomi makro membaik, namun daya beli masyarakat dinilai menurun.</p><p>Dody menilai jika ingin menilai kondisi daya beli saat ini harus mencermati dua hal. Pertama, pada Juni 2017, kegiatan ekonomi memang mereda karena momentum libur panjang Idul Fitri 1438 H. Pada bulan keenam tersebut, kegiatan masyarakat untuk bekerja dan sekolah hanya dilakukan secara aktif selama sepekan. Tiga pekan lainnya pada Juni 2017, konsumsi terutama dari swasta tertahan karena libur panjang.</p><p>Hal kedua adalah pesatnya transaksi ekonomi secara digital. Kegiatan konsumsi dalam jaringan di internet seperti pembelian barang belum terekam secara statistik.&nbsp;</p><p>Kegiatan konsumsi atau belanja daring juga menghilangkan beberapa peran rantai ekonomi, karena masyarakat dapat langsung membeli barang melaui penjual tanpa adanya perantara seperti toko konvensional.</p><p>"Bagi konsumen memang harga jadi lebih efisien dengan elektronik, harga lebih murah. Yang dulu di tengah memberi nilai tambah bisa hilang. Misalnya, perantara 1,2,3 yang dalam statistik PDB (Produk Domestik Bruto) akan memberi nilai tambah," ujarnya.</p><p>Dody mengatakan kondisi ekonomi secara keseluruhan akan terlihat dari pengumuman pertumbuhan ekonomi atau PDB triwulan II 2017 yang akan diumumkan BPS pada pekan depan.</p><p>BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2017 akan lebih baik dibandingkan triwulan I 2017 yang sebesar 5,01 persen (yoy). Namun lebih rendah dibanding perkiraan BI sebelumnya di 5,1 persen (yoy).</p><p>Untuk keseluruhan tahun, BI masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 5-5,4 persen (yoy). (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 22 Juni 2018 - 09:42 WIB

`Sniper` amankan sidang vonis Aman Abdurrahman 

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:30 WIB

Koper calon haji akan diberi tanda warna berbeda

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:19 WIB

Arus balik diprediksi kembali meningkat akhir pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:07 WIB

Heboh rupiah berstempel, ini yang akan dilakukan BI

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 08:25 WIB

Waspada hujan lebat guyur Jakarta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com