Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

JPU belum pastikan Ahok hadiri sidang Buni Yani

Rabu, 11 Februari 2015 - 11:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bisa memastikan kehadiran Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diagendakan menjadi saksi fakta dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menjerat Buni Yani.</p><p>"Bersedia atau tidaknya lihat perkembangan," ujar salah satu JPU, Andi M. Taufik saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (7/8).</p><p>Ahok masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan JPU untuk bisa membuktikan tuduhan dugaan pelanggaran UU ITE terhadap Buni Yani.</p><p>Andi mengaku sudah mengirimkan surat permintaan pemanggilan Ahok ke Rutan Mako Brimob, agar mantan gubernur DKI Jakarta itu, bisa menghadiri agenda persidangan pada Selasa (8/8).</p><p>"Hari ini tim ke sana (Mako Brimob) lagi untuk memastikan kepastiannya. Tapi belum ada kepastiannya," kata dia.</p><p>Jika nantinya Ahok tidak bisa menghadiri persidangan, menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. JPU akan meminta majelis hakim agar bisa membacakan kesaksian Ahok.</p><p>"Dia sudah disumpah sesuai pasal 162 ayat 2 sama keterangannya. Jadi saya kira dia datang silahkan, tidak datang juga tidak ada masalah," kata dia.</p><p>Selain Ahok, pada persidangan Selasa (8/8) JPU juga akan menghadirkan tiga saksi ahli untuk memberatkan Buni Yani. Namun, ia belum bisa menyebutkan siapa saja yang akan dihadirkan JPU.</p><p>"Ada tiga ahli tapi belum ada konfirmasi. Tapi kita sudah upayakan. Kita belum tahu siapa yang datang," kata dia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p>Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bisa memastikan kehadiran Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diagendakan menjadi saksi fakta dalam sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE yang menjerat Buni Yani.</p><p>"Bersedia atau tidaknya lihat perkembangan," ujar salah satu JPU, Andi M. Taufik saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (7/8).</p><p>Ahok masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan JPU untuk bisa membuktikan tuduhan dugaan pelanggaran UU ITE terhadap Buni Yani.</p><p>Andi mengaku sudah mengirimkan surat permintaan pemanggilan Ahok ke Rutan Mako Brimob, agar mantan gubernur DKI Jakarta itu, bisa menghadiri agenda persidangan pada Selasa (8/8).</p><p>"Hari ini tim ke sana (Mako Brimob) lagi untuk memastikan kepastiannya. Tapi belum ada kepastiannya," kata dia.</p><p>Jika nantinya Ahok tidak bisa menghadiri persidangan, menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. JPU akan meminta majelis hakim agar bisa membacakan kesaksian Ahok.</p><p>"Dia sudah disumpah sesuai pasal 162 ayat 2 sama keterangannya. Jadi saya kira dia datang silahkan, tidak datang juga tidak ada masalah," kata dia.</p><p>Selain Ahok, pada persidangan Selasa (8/8) JPU juga akan menghadirkan tiga saksi ahli untuk memberatkan Buni Yani. Namun, ia belum bisa menyebutkan siapa saja yang akan dihadirkan JPU.</p><p>"Ada tiga ahli tapi belum ada konfirmasi. Tapi kita sudah upayakan. Kita belum tahu siapa yang datang," kata dia.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com