Kamis, 24 Agustus 2017

Yaman tingkatkan upaya melawan kolera

Rabu, 09 Agustus 2017 09:24

Dokumen foto seorang ibu di Sanaa, Ibu Kota Yaman, menjaga anaknya yang terkena wabah kolera yang terjadi di negara yang tengah dilanda konflik berkepanjangan. (Reuters) Dokumen foto seorang ibu di Sanaa, Ibu Kota Yaman, menjaga anaknya yang terkena wabah kolera yang terjadi di negara yang tengah dilanda konflik berkepanjangan. (Reuters)
Ayo berbagi!

Yaman telah mempersiapkan rencana darurat guna melanjutkan perjuangan melawan kolera di tengah peningkatan sistem sanitasi, dan menyediakan air bersih serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai wabah itu, kata beberapa pejabat pada Selasa (8/8).

Jumlah korban meninggal akibat kolera naik jadi 1.940 dan kasus dugaan menjadi 463.000 pada Minggu, kata Abdulhakim Al-Kuhlani, Juru Bicara bagi Kementerian Kependudukan dan Kesehatan Masyarakat di Sanaa.

"Kami memiliki rencana darurat nasional yang dipusatkan pada peningkatan pengawasan wabah, penyediaan tim reaksi luas dan obat yang diperlukan, dan pembukaan pusat perawatan di seluruh republik ini," kata Al-Kuhlani.

Juru bicara Kementerian Kesehatan itu di bawah pemerintah yang sah di Aden, Mohammed Mustafa Yasin, mengatakan rencana mereka dipusatkan pada kebersihan lingkungan hidup.

"Berbagai upaya untuk mengendalikan kolera memerlukan kerja sama di kalangan semua sektor, seperti Kementerian Kesehatan, dana kebersihan, masyarakat sipil dan media," Yassin menjelaskan, sebagaimana dikutip Xinhua.  

"Kami juga melancarkan kegiatan pendidikan kesehatan dari-rumah-ke-rumah."

Lebih dari satu juta anak yang menderita gizi buruk akut, termasuk hampir 200.000 menderita gizi buruk sangat akut, terjebak di daerah yang paling parah dilanda wabah kolera mematikan, demikian peringatan Save the Children pekan lalu.

Para pejabat Yaman mengatakan jumlah kasus dugaan per hari telah merosot sedikit dalam beberapa pekan belakangan di beberapa daerah berkat campur-tangan yang cepat dan efektif.

"Di Aden, kami sekarang menerima puluhan kasus dugaan per hari. Dalam beberapa bulan pertama wabah tersebut, kami menerima ratusan kasus dugaan per hari," kata Yasin. 

"Berita baiknya tetap bahwa 99,6 persen kasus dugaan dapat diobati."

Ambruknya sistem kebersihan dan kesehatan, rusaknya prasarana air dan gizi, semua konsekuensi langsung akibat perang yang terus berkecamuk selama lebih dari dua setengah tahun, membuat rakyat makin rentan terhadap kolera, kata lembaga bantuan. Mereka menyerukan ditingkatkannya bantuan buat negara Arab itu. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar