Jumat, 20 Oktober 2017

Google pecat karyawan terkait memo lecehkan perempuan di tempat kerja

Rabu, 09 Agustus 2017 10:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Google pecat salah satu karyawan
Getty Images
Google memecat salah seorang karyawannya terkait pernyataannya tentang keragaman di tempat kerja.

Seorang karyawan Google yang menulis sebuah catatan kontroversial tentang keragaman di tempat kerja telah dipecat, demikian BBC mengkonfirmasi.

Memo kontroversial ini melanggar kode etik perusahaan, kata kepala eksekutif Google Sundar Pichai pada hari Senin melalui email kepada para stafnya.

Nota yang beredar luas pada akhir pekan itu, menyebutkan jumlah kaum perempuan yang bekerja di Google lebih sedikit dari pria, karena memang masalah perbedaan biologis.

Pichai mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah melewati batas karena "meningkatkan stereotip gender yang merugikan di tempat kerja kita".

Memo karyaan Google yang berjudul Ideological Echo Chambertersebut mengemukakan sikap bahwa "kemampuan laki-laki dan perempuan berbeda, antara lain karena penyebab biologis dan perbedaan biologis ini bisa menjelaskan mengapa kita representasi perempuan di teknologi dan kepemimpinan tak setara dengan pria."

Sang penulis memo menyebutkan: "Kita harus berhenti berasumsi bahwa kesenjangan gender itu menyiratkan seksisme."

Google belum menyebutkan siapa karyawan yang dimaksud, namun berbagai laporan media AS menyebutkan nama staf yang dipecat adalah James Damore.

Sundar Pichai
Getty Images
Kepala eksekutif Google Sundar Pichai mengatakan beberapa pernyataan dalam memo tersebut wajar untuk diperdebatkan.

Memo tersebut langsung dikritik oleh Danielle Brown yang merupakan salah seorang pimpinan yang membawahi bagian keragaman di Google. Namun sang penulis kemudian menyebutkan bahwa ia menerima "banyak pesan pribadi dari sesama karyawan Google yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka".

Pandangan keliru

Dalam e-mail yang dikirimkan kepada seluruh stafnya pada hari Senin sore (7/8), Pichai menjelaskan panjang lebar tentang melindungi kebebasan berbicara di jajaran perusahaan Google, dan "banyak yang butir dalam memo tersebut wajar untuk diperdebatkan, terlepas dari apakah sebagian besar karyawan Google tidak sepakat dengan nota tersebut" .

Namun, ia menambahkan, ada bagian yang keliru darui pandangan ituy. "Dengan menyebutkan sekelompok sejawat kita memiliki sifat yang membuat mereka kurang sesuai secara biologis untuk pekerjaan, itu menyinggung dan tidak benar."

"Hal ini bertentangan dengan nilai dasar dan pedoman perilaku kita, yang mengandaikan 'setiap karyawan Google melakukan yang terbaik untuk menciptakan budaya tempat kerja yang bebas dari pelecehan, intimidasi, bias dan diskriminasi yang tidak sah'."

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar