Minggu, 22 Juli 2018 | 08:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Google pecat karyawan terkait memo lecehkan perempuan di tempat kerja

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Google pecat salah satu karyawan" src="http://c.files.bbci.co.uk/61B7/production/_97251052_google.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> <figcaption>Google memecat salah seorang karyawannya terkait pernyataannya tentang keragaman di tempat kerja.</figcaption> </figure><p>Seorang karyawan Google yang menulis sebuah catatan kontroversial tentang keragaman di tempat kerja telah dipecat, demikian BBC mengkonfirmasi.</p><p>Memo kontroversial ini melanggar kode etik perusahaan, kata kepala eksekutif Google Sundar Pichai pada hari Senin melalui email kepada para stafnya.</p><p>Nota yang beredar luas pada akhir pekan itu, menyebutkan jumlah kaum perempuan yang bekerja di Google lebih sedikit dari pria, karena memang masalah perbedaan biologis.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/07/140724_iptek_twitter_gender">Pegawai Twitter kebanyakan pria</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160524_majalah_google_pajak">Kantor Google di Paris digerebek terkait pajak</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/01/160123_majalah_google_pajak_inggris">Google setuju bayar pajak yang 'dihindarkan' sejak 2005</a></li> </ul><p>Pichai mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah melewati batas karena &quot;meningkatkan stereotip gender yang merugikan di tempat kerja kita&quot;.</p><p>Memo karyaan Google yang berjudul <em>Ideological Echo Chamber</em>tersebut mengemukakan sikap bahwa &quot;kemampuan laki-laki dan perempuan berbeda, antara lain karena penyebab biologis dan perbedaan biologis ini bisa menjelaskan mengapa kita representasi perempuan di teknologi dan kepemimpinan tak setara dengan pria.&quot;</p><p>Sang penulis memo menyebutkan: &quot;Kita harus berhenti berasumsi bahwa kesenjangan gender itu menyiratkan seksisme.&quot;</p><p>Google belum menyebutkan siapa karyawan yang dimaksud, namun berbagai laporan media AS menyebutkan nama staf yang dipecat adalah James Damore.</p><figure> <img alt="Sundar Pichai" src="http://c.files.bbci.co.uk/AFD7/production/_97251054_sundar.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> <figcaption>Kepala eksekutif Google Sundar Pichai mengatakan beberapa pernyataan dalam memo tersebut wajar untuk diperdebatkan.</figcaption> </figure><p>Memo tersebut langsung dikritik oleh Danielle Brown yang merupakan salah seorang pimpinan yang membawahi bagian keragaman di Google. Namun sang penulis kemudian menyebutkan bahwa ia menerima &quot;banyak pesan pribadi dari sesama karyawan Google yang mengungkapkan rasa terima kasih mereka&quot;.</p><h3>Pandangan keliru </h3><p>Dalam e-mail yang dikirimkan kepada seluruh stafnya pada hari Senin sore (7/8), Pichai menjelaskan panjang lebar tentang melindungi kebebasan berbicara di jajaran perusahaan Google, dan &quot;banyak yang butir dalam memo tersebut wajar untuk diperdebatkan, terlepas dari apakah sebagian besar karyawan Google tidak sepakat dengan nota tersebut&quot; .</p><p>Namun, ia menambahkan, ada bagian yang keliru darui pandangan ituy. &quot;Dengan menyebutkan sekelompok sejawat kita memiliki sifat yang membuat mereka kurang sesuai secara biologis untuk pekerjaan, itu menyinggung dan tidak benar.&quot;</p><p>&quot;Hal ini bertentangan dengan nilai dasar dan pedoman perilaku kita, yang mengandaikan 'setiap karyawan Google melakukan yang terbaik untuk menciptakan budaya tempat kerja yang bebas dari pelecehan, intimidasi, bias dan diskriminasi yang tidak sah'.&quot;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:14 WIB

Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juli 2018 - 07:57 WIB

Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Megapolitan | 22 Juli 2018 - 07:43 WIB

Jabodetabek berawan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 07:27 WIB

Kemkumham dalami dugaan narapidana Sukamiskin keluar lapas

Musibah | 22 Juli 2018 - 07:17 WIB

BPBD: Waspadai banjir susulan di Kolaka Timur

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 06:56 WIB

KPK juga temukan penyalahgunaan fasilitas berobat di Sukamiskin

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com