Minggu, 22 Juli 2018 | 08:27 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Korut mengancam untuk "meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS'

Rabu, 25 Februari 2015 - 12:05 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="A US.Air Force B-1B Lancer bomber sits on the runway at Andersen Air Force Base, Guam July 18, 2017" src="http://c.files.bbci.co.uk/17206/production/_97262749_040998802.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Di pangkalan militer di Pulau Guam, Pasifik, antara lain ditempatkan pesawat-pesawat tempur dan pembom strategis AS.</figcaption> </figure><p> </p><p>Korea Utara menyatakan mereka mempertimbangkan untuk melancarkan serangan peluru kendali ke pangkalan militer AS di Guam, kawasan AS di Samudera Pasifik.</p><p>Pernyataan pejabat militer yang dikutip media pemerintah Korut itu dilontarkan beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam Korea Utara 'dengan kekuatan (militer) dahsyat yang tak pernah terjadi sebelumnya di dunia itu,' jika tetap mengancam.</p><p>Kantor berita resmi Korut melaporkan, negeri itu sedang mempertimbangkan peluncuran roket-toket jarak menengah dan jarak jauh ke Guam, yang merupakan pangkalan pesawat-pesawat pembom strategis AS. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40761856">Kim Jong-un: 'Seluruh AS dalam jangkauan serangan Korea Utara' </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-38947778">Korea Utara 'melakukan uji rudal'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40197385">Korea Utara luncurkan sejumlah rudal anti-kapal</a></li> </ul><p>Perang kata-kata ini menandai perubahan tajam dalam retorika antara kedua negara.</p><p>Presiden Donald Trump mengatakan Korea Utara sebaiknya tidak lagi mengeluarkan ancaman terhadap Amerika Serikat. </p><p>Jika pemerintah di Pyongyang terus saja mengancam, Amerika Serikat, kata Presiden Trump, akan membalasnya 'dengan kekuatan dahsyat, yang tak pernah terjadisebelumnya di dunia ini.'</p><p>&quot;Lebih baik Korea Utara tak lagi mengancam AS. Ancaman ini akan ditanggapi dengan kekuatan penuh,&quot; kata Presiden Trump kepada para wartawan.</p><figure> <img alt="Presiden Trump" src="http://c.files.bbci.co.uk/DF8A/production/_97262275_040993956-1.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Presiden Trump mengeluarkan 'ultimatum' setelah sumber intelijen AS meyakini Korea Utara bisa membuat rudal dengan hulu ledak nuklir.</figcaption> </figure><p>Pernyataan ini dikeluarkan hari Selasa (08/08), hanya beberapa jam setelah surat kabar The Washington Post mengutip sumber intelijen Amerika, yang mengatakan bahwa diyakini Korea Utara bisa membuat hulu ledak nuklir dalam bentuk kecil. </p><p>Jika demikian keadaannya, Korea Utara mampu memasang senjata nuklir pada rudal, yang menandai langkah penting Korea Utara menjadi kekuatan nuklir dunia dalam skala penuh. </p><p>Ini berarti tahapan kemampuan Korea Utara melancarkan serangan nuklir ke AS lebih cepat dari perkiraan.</p><figure> <img alt="Kim Jong-un" src="http://c.files.bbci.co.uk/12DAA/production/_97262277_040832099-1.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Pemerintah pimpinan Kim Jong-un mengatakan AS 'akan membayar mahal' atas sanksi ekonomi lanjutan terhadap Korea Utara.</figcaption> </figure><p>Wartawan BBC di Washington, Anthony Zurcher, apa yang disampaikan Presiden Trump 'bukan pernyataan normal dari presiden AS' setelah Trump menggambarkan ancaman dari Korea Utara 'bukan sesuatu yang biasa'.</p><p>PBB belum pekan lalu menyetujui sanksi ekonomi lanjutan terhadap Korea Utara.</p><p>Dewan Keamanan dengan suara bulat melarang Pyongyang melakukan ekspor dan membatasi investasi.</p><p>Korut mengecamnya sebagai 'pelanggaran terhadap kedaulatan kami' dan memperingatkan bahwa AS 'akan membayar mahal' atas keputusan tersebut.</p><p>Pada hari Senin (07/08) Korea Utara mengatakan mereka akan tetap melanjutkan program nuklir. Kantor berita resmi KCNA mengatakan pemerintah Pyongyang 'tidak akan memasukkan sistem pertahanan nuklir dalam agenda negosiasi'.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 22 Juli 2018 - 08:26 WIB

KPU temukan lima bakal caleg DPR merupakan mantan koruptor

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:14 WIB

Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juli 2018 - 07:57 WIB

Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Megapolitan | 22 Juli 2018 - 07:43 WIB

Jabodetabek berawan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 07:27 WIB

Kemkumham dalami dugaan narapidana Sukamiskin keluar lapas

Musibah | 22 Juli 2018 - 07:17 WIB

BPBD: Waspadai banjir susulan di Kolaka Timur

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com