Sabtu, 23 Juni 2018 | 11:47 WIB

Daftar | Login

/

Kasus korupsi di Pamekasan diharap yang terakhir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Foto: Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Foto: Kemendagri
<p>Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, dalam kasus suap dugaan perkara korupsi dana desa. Sikap kepala daerah ini dinilai telah mencoreng nama baik pemerintahan.</p><p>“Ini cukup parah. Karena sampai melibatkan banyak pihak seperti kepala desa, kejaksaan dan inspektorat daerah. Mudah-mudahan yang pertama dan terakhir,” kata Tjahjo usai pelantikan Pamong Praja Muda IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (8/8).</p><p>Tjahjo meminta agar para pelaku dalam kasus ini ditindak tegas. Sebab, dugaan kasus ini menyangkut dana desa yang melibatkan banyak pihak di jajaran institusi daerah. Padahal, kata dia, lembaga-lembaga ini harusnya bisa mengamankan dana desa.</p><p>Mendagri berpesan agar seluruh elemen masyarakat, para tokoh agama dan adat turut mengawasi dana desa. </p><p>Ia juga meminta agar program yang tujuannya untuk kemaslahatan ini manfaatnya bisa dirasakan masyarakat desa.</p><p>“Pembangunan di desa juga jangan diborong semua. Ada padat karya sehingga menggerakkan pertumbuhan masyarakat bisa lebih baik,” ujarnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>Kemendagri</i>. </p><p>Mendagri menjelaskan, dana desa dikucurkan Kementerian Keuangan langsung ke bupati. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menurutnya, hanya berwenang untuk melakukam penguatan para aparatur desa. </p><p>Sedangkan terkait sanksi terhadap Bupati Pamekasan ini, kata dia Kemendagri segera mengambil sikap. Achmad Syafii akan diberhentikan sementara dari jabatannya, dan posisinya digantikan oleh wakil bupati.</p><p>"(Surat Keputusan) sudah kemarin saya teken (tanda tangan). Dalam dua atau tiga hari segera dilantik oleh Gubernur Jatim,” tutupnya.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 23 Juni 2018 - 11:47 WIB

Korban gigitan monyet di Bekasi bertambah

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:23 WIB

Banjir bandang tidak pengaruhi aktivitas kereta api di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:11 WIB

Jusuf Kalla terima penganugerahan gelar doktor kehormatan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com