Kamis, 17 Agustus 2017

Taliban bebaskan 235 sandera setelah serangan di Sar-e Pul

Rabu, 09 Agustus 2017 13:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Map
BBC

Taliban telah membebaskan 235 warga yang disandera setelah sebuah serangan kejam terhadap warga desa di utara Afghanistan, kata pejabat.

Para sandera dibebaskan pada hari Selasa, beberapa hari setelah dilaporkan bahwa 50 warga, termasuk perempuan dan anak-anak, dibantai di daerah Mirzawalang di provinsi Sar-e Pul.

Namun seorang juru bicara pemerintah di provinsi itu mengatakan kepada BBC banyak warga yang masih terperangkap.

Militan Taliban dan kelompok yang menamakan dfiri Negara Islam atau ISIS, menyerang kawasan tersebut pekan lalu.

Pertempuran meletus pada hari Kamis saat sebuah pos pemeriksaan yang dijaga polisi diserang. Dua hari kemudian, para militan memasuki desa dan membunuh warga - kebanyakan Muslim Syiah - dengan "cara yang brutal dan tidak manusiawi," menurut seorang juru bicara pemerintah setempat.

Tujuh anggota pasukan keamanan Afghanistan juga terbunuh, demikian juga sejumlah pemberontak, kata juru bicara tersebut.

'Terguncang'

Taliban membantah membunuh warga sipil, mengatakan bahwa tentara mereka membunuh 28 anggota milisi pemerintah di daerah tersebut, dan menyangkal bekerja sama dengan ISIS. Belum ada komentar dari ISIS. Baik Taliban maupun ISIS adalah kelompok militan Islam Sunni.

Pada hari Selasa, setelah negosiasi yang dipimpin oleh gubernur provinsi dan tetua-tetua suku setempat, sejumlah besar sandera dibebaskan.

Namun Gubernur Mohammad Zaher Wadat mengatakan saluran berita Afghanistan Tolo News mereka belum dapat memperoleh jenazahnya.

Ia mengatakan para sandera, yang telah dibawa ke ibukota provinsi, "sangat terguncangmereka bahkan tidak dapat berbicara untuk memberitahu kami mengenai sandera lainnya."

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP masih ada sekitar 100 orang yang ditahan.

Pertempuran di Afghanistan meningkat pada bulan-bulan terakhir. Lebih dari 1.662 warga sipil telah terbunuh dalam setengah tahun ini, menurut perhitungan PBB.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar