Senin, 23 Juli 2018 | 22:33 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Taliban bebaskan 235 sandera setelah serangan di Sar-e Pul

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Map" src="http://c.files.bbci.co.uk/4AA9/production/_97231191_2017_08_afghan_sar.png" height="549" width="976" /> <footer>BBC</footer> </figure><p>Taliban telah membebaskan 235 warga yang disandera setelah sebuah serangan kejam terhadap warga desa di utara Afghanistan, kata pejabat.</p><p>Para sandera dibebaskan pada hari Selasa, beberapa hari setelah dilaporkan bahwa 50 warga, termasuk perempuan dan anak-anak, dibantai di daerah Mirzawalang di provinsi Sar-e Pul.</p><p>Namun seorang juru bicara pemerintah di provinsi itu mengatakan kepada BBC banyak warga yang masih terperangkap.</p><p>Militan Taliban dan kelompok yang menamakan dfiri Negara Islam atau ISIS, menyerang kawasan tersebut pekan lalu. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40696383">Afghanistan: Taliban 'menculik puluhan' penduduk desa</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah-40803097">Deretan kursi bus kota yang kosong dikira perempuan berburka</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39683295">Serangan Taliban tewaskan 130 orang, Afghanistan gelar hari berkabung nasional</a></li> </ul><p>Pertempuran meletus pada hari Kamis saat sebuah pos pemeriksaan yang dijaga polisi diserang. Dua hari kemudian, para militan memasuki desa dan membunuh warga - kebanyakan Muslim Syiah - dengan &quot;cara yang brutal dan tidak manusiawi,&quot; menurut seorang juru bicara pemerintah setempat.</p><p>Tujuh anggota pasukan keamanan Afghanistan juga terbunuh, demikian juga sejumlah pemberontak, kata juru bicara tersebut.</p><p><strong>'</strong><strong>Terguncang</strong><strong>'</strong></p><p>Taliban membantah membunuh warga sipil, mengatakan bahwa tentara mereka membunuh 28 anggota milisi pemerintah di daerah tersebut, dan menyangkal bekerja sama dengan ISIS. Belum ada komentar dari ISIS. Baik Taliban maupun ISIS adalah kelompok militan Islam Sunni. </p><p>Pada hari Selasa, setelah negosiasi yang dipimpin oleh gubernur provinsi dan tetua-tetua suku setempat, sejumlah besar sandera dibebaskan.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/vert-cul-39684706">Arti tersembunyi dalam foto perempuan Wushu Afghanistan</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39583975">Amerika Serikat jatuhkan 'induk dari segala bom' dengan sasaran ISIS Afghanistan </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-38311571">Wapres Afghanistan dituding lakukan serangan seks pada bekas Gubernur Jowzjan</a></li> </ul><p>Namun Gubernur Mohammad Zaher Wadat mengatakan saluran berita Afghanistan Tolo News mereka belum dapat memperoleh jenazahnya.</p><p>Ia mengatakan para sandera, yang telah dibawa ke ibukota provinsi, &quot;sangat terguncangmereka bahkan tidak dapat berbicara untuk memberitahu kami mengenai sandera lainnya.&quot;</p><p>Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP masih ada sekitar 100 orang yang ditahan.</p><p>Pertempuran di Afghanistan meningkat pada bulan-bulan terakhir. Lebih dari 1.662 warga sipil telah terbunuh dalam setengah tahun ini, menurut perhitungan PBB. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:51 WIB

1.981 kosmetik ilegal disita BPOM Kendari

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:37 WIB

Stadion Jakabaring rusak, Menpora tunggu ketegasan PSSI

Politik | 23 Juli 2018 - 21:17 WIB

Masa jabatan Presiden dan Wapres untuk regenerasi

Bencana Alam | 23 Juli 2018 - 20:54 WIB

Musim kemarau, ribuan hektar sawah di Jabar alami kekeringan

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 20:45 WIB

Menperin: IKM bisa ikut bangun `green diesel`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com