Rabu, 20 Juni 2018 | 14:53 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Pemerintah akan lebih agresif kurangi ketimpangan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Pemerintah akan lebih agresif dalam upaya mengurangi tingkat ketimpangan di Tanah Air, terutama dalam menyasar 40 persen masyarakat kelompok berpendapatan terbawah.</p><p>Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, 40 persen masyarakat kelompok terbawah tersebut belum terlalu terdorong oleh berbagai program atau kebijakan pemerintah saat ini.</p><p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terkait perubahan Rasio Gini dari 2016 ke 2017, porsi pengeluaran kelompok menengah (40 persen) naik sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok atas (20 persen) justru turun 0,48 persen, sementara itu kelompok bawah (40 persen) naik namun hanya 0,1 persen.</p><p>"Mengurangi ketimpangan itu bisa dengan banyak cara, tapi dengan keterbatasan anggaran, pemerintah akan fokus memperbaiki 40 persen terbawah. Artinya intervensi pemerintah akan kita fokuskan di 40 persen terbawah tersebut. Kita akan kurangi ketimpangan sekaligus kemiskinan secara agresif," ujar Bambang dalam acara Indonesia Development Forum 2017 di Jakarta, Rabu (9/8).</p><p>Mulai dari tahun ini hingga tahun depan pemerintah akan fokus mengintervensi tidak hanya melalui bantuan sosial, tapi juga pendampingan yang intensif, untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pada masyarakat yang termasuk kelompok pendapatan bawah tersebut.</p><p>Ia meyakini, jika 40 persen masyarakat terbawah tersebut dapat ditingkatkan, maka Rasio Gini akan lebih cepat turun jika dibandingkan hanya mengandalkan berkurangnya gap masyarakat kelompok menengah dan atas.</p><p>"Kalau hanya fokus pada bantuan sosial, itu memang akan membantu tapi tidak menciptakan sustainabilitas masyarakat kelompok berpendapatan rendah. Kita harus tolong mereka dengan program yang menjamin sustainabilitas 'income' mereka. Ketika kita buat program, target itu penting, tapi harus ada pendampingan yang jelas dan serius, bukan asal pendamping," kata Bambang.</p><p>Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Rasio Gini adalah sebesar 0,393 pada Maret 2017, turun tipis jika dibanding dengan Rasio Gini pada September 2016 yang sebesar 0,394 persen. Untuk 2018 sendiri, pemerintah menargetkan Gini Ratio mencapai 0,38 persen.</p><p>Pengurangan ketimpangan merupakan fokus pembangunan yang perlu ditangani secara komprehensif. Sesuai dengan arahan Presiden, pemerintah harus fokus untuk mengurangi ketimpangan, antar kelompok pendapatan dan antar wilayah. Hal ini telah tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.</p><p>Pada 2019, tingkat kemiskinan diharapkan dapat turun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,22 persen di tahun 2015. Demikian pula, angka ketimpangan diupayakan untuk menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 di akhir RPJMN. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 14:47 WIB

Kecelakaan mudik lebaran 2018 turun 46 persen

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 14:37 WIB

Posko Bakauheni catat 386.676 orang telah diberangkatkan ke Merak

Musibah | 20 Juni 2018 - 14:25 WIB

Tim gabungan temukan koordinat lokasi KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 14:12 WIB

Kapolri imbau pemudik tidak balik berbarengan

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 14:05 WIB

Kebakaran hutan pinus, jalur pendakian di Gunung Lawu ditutup

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 13:55 WIB

Kertasari hingga Cawang, one way terpanjang dalam sejarah Indonesia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com