Selasa, 22 Agustus 2017

Pemerintah akan lebih agresif kurangi ketimpangan

Rabu, 09 Agustus 2017 14:45

Ayo berbagi!

Pemerintah akan lebih agresif dalam upaya mengurangi tingkat ketimpangan di Tanah Air, terutama dalam menyasar 40 persen masyarakat kelompok berpendapatan terbawah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, 40 persen masyarakat kelompok terbawah tersebut belum terlalu terdorong oleh berbagai program atau kebijakan pemerintah saat ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, terkait perubahan Rasio Gini dari 2016 ke 2017, porsi pengeluaran kelompok menengah (40 persen) naik sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok atas (20 persen) justru turun 0,48 persen, sementara itu kelompok bawah (40 persen) naik namun hanya 0,1 persen.

"Mengurangi ketimpangan itu bisa dengan banyak cara, tapi dengan keterbatasan anggaran, pemerintah akan fokus memperbaiki 40 persen terbawah. Artinya intervensi pemerintah akan kita fokuskan di 40 persen terbawah tersebut. Kita akan kurangi ketimpangan sekaligus kemiskinan secara agresif," ujar Bambang dalam acara Indonesia Development Forum 2017 di Jakarta, Rabu (9/8).

Mulai dari tahun ini hingga tahun depan pemerintah akan fokus mengintervensi tidak hanya melalui bantuan sosial, tapi juga pendampingan yang intensif, untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pada masyarakat yang termasuk kelompok pendapatan bawah tersebut.

Ia meyakini, jika 40 persen masyarakat terbawah tersebut dapat ditingkatkan, maka Rasio Gini akan lebih cepat turun jika dibandingkan hanya mengandalkan berkurangnya gap masyarakat kelompok menengah dan atas.

"Kalau hanya fokus pada bantuan sosial, itu memang akan membantu tapi tidak menciptakan sustainabilitas masyarakat kelompok berpendapatan rendah. Kita harus tolong mereka dengan program yang menjamin sustainabilitas 'income' mereka. Ketika kita buat program, target itu penting, tapi harus ada pendampingan yang jelas dan serius, bukan asal pendamping," kata Bambang.

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Rasio Gini adalah sebesar 0,393 pada Maret 2017, turun tipis jika dibanding dengan Rasio Gini pada September 2016 yang sebesar 0,394 persen. Untuk 2018 sendiri, pemerintah menargetkan Gini Ratio mencapai 0,38 persen.

Pengurangan ketimpangan merupakan fokus pembangunan yang perlu ditangani secara komprehensif. Sesuai dengan arahan Presiden, pemerintah harus fokus untuk mengurangi ketimpangan, antar kelompok pendapatan dan antar wilayah. Hal ini telah tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Pada 2019, tingkat kemiskinan diharapkan dapat turun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,22 persen di tahun 2015. Demikian pula, angka ketimpangan diupayakan untuk menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 di akhir RPJMN. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar