Sabtu, 19 Agustus 2017

Langgar aturan, Pemkot Depok tegur kantor notaris

Rabu, 09 Agustus 2017 17:03

Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy. Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy.
Ayo berbagi!

Pemerintah Kota Depok, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memastikan, sebuah Kantor Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Jalan Raya Pramuka, Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) lantaran bangunan beton dua tingkat tersebut berada di Garis Sempadan Sungai (GSS) Kali Cabang Barat.

Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Amanullah Sarwi menuturkan, gedung Kantor Notaris-PPAT Isa Meilia tersebut berada tepat di tepi sungai, seharusnya sesuai peraturan tentang GSS, bangunan gedung harus berjarak 5 meter dari tepi kali yang harus dibiarkan terbuka, tidak boleh ditutup.

Disebutkan Amanullah Sarwi, pihaknya, DPMPTSP segera menindak kantor Notaris Isa Meilia untuk dibongkar.

"Saya tahu kantor notaris tersebut belum pernah mengajukan perizinan  kepada kami. Dan saya bisa tahu itu kena sempadan sungai. Tidak boleh mendirikan bangunan langsung di tepi kali. Harus berjarak 5 meter dari tepi  Kali Cabang Barat," sebutnya.

Hal senada disebutkan A Oting, Kepala Bidang Pengawasan DPMPTSP, Bangunan gedung yang tepat di tepi kali tidak dapat IMB.

"Untuk bangunan seperti itu, kami tidak mengeluarkan izin. Status bangunan tersebut sudah pasti tidak berizin," sebut Oting.

DPMPTSP segera mendisposisi kepada Sat Pol PP untuk melakukan tindakan kepada Kantor Notaris-PPAT Isa Meilia tersebut.

Disebutkan Amanullah Sarwi, tempat usaha barang atau jasa  harus mendapag izin domisili usaha dari lurah dan camat.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Mampang Abdul Khoir mengaku Kelurahan Mampang belum pernah mengeluarkan izin domisili usaha kepada Kantor Notaris-PPAT Isa Meilia.

"Belum ada mareka datang kemari mengurus surat menyurat apa pun berkaitan dengan kantor notarisnya," ujar Abdul Khoir.

Pantauan Kontributor Elshinta Hendrik I Raseukiy di lokasi, hal yang mencolok adalah, bangungan kantor notaris ini juga menutup permukaan kali dijadikan lahar parkir sepajang belasan meter persegi. Pembangunan bagian gedung baru yang sedang masih dilakukan, juga tanpa mengindahkan tata ruang terbuka hijau (RTH) dan GSS. Ketika didatangi para wartawan, pihak manajemen tidak bersedia ditemui.

Disebutkan Amanullah Sarwi, bila menemukan fakta di lapangan yang secara kasat mata sudah menyalahi peraturan, semestinya Sat Pol PP dapat langsung bertindak.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar