Senin, 23 Juli 2018 | 22:35 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Krisis Korea Utara dalam empat paparan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Rudal Korut" src="http://c.files.bbci.co.uk/174D6/production/_97264459_nuklir.jpg" height="400" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Uji rudal terbaru Korea Utara menunjukkan bahwa mereka memiliki rudal balistik antar benua (ICBM) yang mampu mencapai AS.</figcaption> </figure><p>Perang kata-kata dan panasnya situasi menyangkut Korea Utara adalah krisis yang, dalam kemungkinan paling buruk, menimbulkan ancaman perang nuklir. Dan situasinya begitu pelik Mari kita lihat ke belakang.</p><h3>Mengapa Korea Utara menginginkan senjata nuklir?</h3><p>Semenanjung Korea terbelah setelah Perang Dunia Kedua dan komunis Korea Utara berkembang menjadi sebuah kediktatoran ala Stalin.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40870838">Korut mengancam untuk &quot;meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40197385">Korea Utara luncurkan sejumlah 'rudal anti-kapal'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40772554">Rudal Korut: AS sebut sidang dewan keamanan PBB 'tidak ada gunanya'</a></li> </ul><p>Negara ini hampir seluruhnya terkucil dari panggung dunia, para pemimpinnya mengatakan bahwa kemampuan nuklir mereka adalah satu-satunya faktor penggentar terhadap seluruh dunia yang berusaha menghancurkan mereka.</p><p><strong>Seberapa dekat mereka</strong><strong> pada nuklir</strong><strong>?</strong></p><p>Uji rudal terbaru Korea Utara menunjukkan bahwa mereka memiliki rudal balistik antar benua (ICBM) yang mampu mencapai AS.</p><p>Mereka telah menguji coba perangkat nuklir ini sebanyak lima kali. Laporan intelijen memperingatkan negara ini juga dekat, atau telah mencapai, 'miniaturisasi' - mengembangkan hulu ledak nuklir yang cukup kecil sesuai dengan roket.</p><p>Pyongyang memandang AS sebagai musuh utamanya namun juga memiliki berbagai roket yang diarahkan ke Korea Selatan dan Jepang, basis ribuan tentara AS.</p><h3>Apa yang telah dilakukan untuk menghentikan mereka?</h3><p>Berbagai upaya untuk menegosiasikan kesepakatan bantuan sebagai imbalan atas perlucutan senjata telah berulang kali gagal.</p><p>PBB telah menerapkan sanksi-sanksi yang semakin ketat - namun sedikit sekali hasilnya. Cina, satu-satunya sekutu Korea Utara, juga telah memberikan tekanan ekonomi dan diplomatik kepada Korea Utara.</p><p>AS sekarang mengancam akan mengeahkan kekuatan militer melalui retorika bergelora Presiden Donald Trump memperingatkan 'kekuatan sahsyat yang belum pernah terjadi di dunia ini.' </p><h3>Apakah kali ini sungguh-sungguh?</h3><p>Krisis ini telah bergolak selama bertahun-tahun, namun miniaturisasi hulu ledak nuklir dan AS yang berada dalam jangkauan serangan merupakan dua hal yang mengubah keadaan.</p><p>Pyongyang pada hari Rabu mengatakan mempertimbangkan serangan rudal ke Guang, pangkalan militer AS di wilayah Pasifik.</p><p>Konfrontasi nuklir nampaknya benar-benar menjadi ancaman, lebih dari sebelumnya, namun masih jauh dari kepastian.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:51 WIB

1.981 kosmetik ilegal disita BPOM Kendari

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:37 WIB

Stadion Jakabaring rusak, Menpora tunggu ketegasan PSSI

Politik | 23 Juli 2018 - 21:17 WIB

Masa jabatan Presiden dan Wapres untuk regenerasi

Bencana Alam | 23 Juli 2018 - 20:54 WIB

Musim kemarau, ribuan hektar sawah di Jabar alami kekeringan

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 20:45 WIB

Menperin: IKM bisa ikut bangun `green diesel`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com