Jumat, 20 Oktober 2017

Rencana Plebisit Pernikahan Sesama Jenis Dikecam

Rabu, 09 Agustus 2017 19:24

(Courtesy: AustraliaPlus) Senator Penny Wong dari Partai Buruh yang beroposisi mengecam rencana plebisit pernikahan sesama jenis, menyatakan seharusnya divoting di parlemen. (Courtesy: AustraliaPlus) Senator Penny Wong dari Partai Buruh yang beroposisi mengecam rencana plebisit pernikahan sesama jenis, menyatakan seharusnya divoting di parlemen.
Ayo berbagi!

Rencana pelaksanaan plebisit atas legalisasi pernikahan sesama jenis akan menyebabkan anak-anak terekspos pada kebencian. Demikian disampaikan Senator Penny Wong dari Partai Buruh dalam sidang di Senat Australia, Rabu (9/8/2017).

"Ini bukan perdebatan yang terhormat," katanya, bersemangat.

Senat Australia hari ini menolak RUU yang diajukan kembali oleh Pemerintahan PM Malcolm Turnbull mengenai plebisit tersebut. Faksi-faksi di Senat yang terdiri atas Partai Buruh, Partai Hijau, faksi Nick Xenophon Team dan Senator Derryn Hinch bergabung menolak RUU tersebut.

Pemerintah sekarang akan menjalankan pengumpulan pendapat rakyat Australia melalui pos.

Dia menyebut langkah penentuan pendapat tersebut merusak dan sangat mahal hanya demi menghindari voting melalui parlemen. Dia juga menyebut langkah itu menunjukkan perpecahan di tubuh pemerintah dan kelemahan PM Turnbull.

Senator Wong yang juga seorang lesbian dengan dua orang anak tampak marah mengenai nada perdebatan yang berlangsung.

"Pihak Australian Christian Lobby menyebut anak-anak kami sebagai generasi yang terenggut," katanya.

"Kami mencintai anak-anak kami. Saya keberatan, sama seperti setiap orang yang perduli mengenai anak-anak, sama seperti semua pasangan di negara ini, pasangan sesama jenis yang memiliki anak-anak, dituduh bahwa anak kami adalah generasi yang terenggut," tuturnya.

"Anda bicara mengenai saat-saat untuk bersatu? Ini bukan saat untuk bersatu. Ini mengekspos anak-anak kami pada kebencian tersebut," kata Senator Wong.

Dia mengecam PM Turnbull karena tidak turun tangan ketika komentar tersebut disampaikan.

"Saya tak akan begitu perduli jika dia siap menanggapi masalah itu. Jika Perdana Menteri siap bicara bahwa 'hal itu keliru'," tambahnya.

Karena saat ini Senat kembali menolak RUU plebisit yang tahun lalu juga sudah pernah diajukan, maka pengumpulan pendapat melalui pos menjadi pilihan.

Biro statistik Australia (ABS) akan melaksanakan proses ini dengan mengirimkan surat suara ke seluruh warga Australia yang terdaftar sebagai pemilih mulai bulan depan. Surat suara diharapkan mulai dikembalikan pada 7 November dan hasilnya bisa diketahui pada 25 November 2017.

Ada kemungkinan parlemen Australia bisa melakukan voting atas legalisasi pernikahan sesama jenis. Namun tak ada jaminan hal itu akan terlaksana. Selain itu, anggota parlemen tidak akan terikat oleh hasil dafri pengumpulan pendapat melalui pos.

Diterbitkan Rabu 9 Agustus 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar