Senin, 25 Juni 2018 | 07:13 WIB

Daftar | Login

/

Lagi, Presiden Jokowi `komentari` soal diktator

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jateng dan Walikota Solo menjawab wartawan usai meresmikan Museum Keris Nusantara Surakarta, di Jalan Bhayangkara, Surakarta, Rabu (9/8) siang. Foto: Setkab
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jateng dan Walikota Solo menjawab wartawan usai meresmikan Museum Keris Nusantara Surakarta, di Jalan Bhayangkara, Surakarta, Rabu (9/8) siang. Foto: Setkab
<p>Presiden Joko Widodo kembali "mengomentari" tentang diktator yang belakangan ini kata-katanya sering mencuat. Presiden Jokowi mengaku tidak habis mengerti, karena pada awal-awal memimpin dirinya dikatakan ndeso dan klemar-klemer, tidak tegas. Namun saat ingin menegakkan Undang-Undang (UU), menegakkan hukum, kata dia, justru dirinya disebut menjadi otoriter, menjadi diktator.</p><p>“Yang benar yang mana?,” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya saat menjawab wartawan usai meresmikan Museum Keris Nusantara Surakarta, di Jalan Bhayangkara, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (9/8).</p><p>Dilansir <i>Setkab</i>, Presiden menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, dan masing-masing lembaga mempunyai peran sendiri-sendiri. </p><p>“Mana yang mengontrol, mana yang mengawasi, mana yang melaksanakan program-program yang ada," ujarnya. </p><p>"Eksekutif misalnya dan lembaga-lembaga yang lain yang ada, lembaga negara yang ada, juga ada pers, media, ada lembaga swadaya masyarakat ada. Ada masyarakat itu sendiri. Semuanya mengawasi,” terang Presiden.</p><p>Presiden kembali menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, yang itu dijamin oleh konstitusi, dan tidak akan ada yang namanya diktator dan otoriter.</p><p>“Tidak akan ada yang namanya diktator dan otoriter. Tidak akan ada,” tandas dia. </p><p>Sebelumnya, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa dalam konstitusi RI, tak ada satu pun institusi yang mempunyai kekuasaan diktator. Konstitusi telah memastikan adanya perimbangan kekuasaan di antara lembaga negara.</p><p>"Merujuk konstitusi kita, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak dan apalagi seperti diktator. Konstitusi memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar-lembaga-lembaga negara," kata Jokowi saat menghadiri Simposium Internasional MK se-Asia di Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/8).</p><p>Bahkan saat menanggapi tudingan dirinya yang dianggap diktator, Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak takut kepadanya.</p><p>"Sini, nggak usah takut, Presidennya nggak diktator kok," kata Presiden Jokowi kepada seorang remaja perempuan saat dia memintanya maju ke panggung berdiri bersama untuk menjawab pertanyaan yang diberikannya, pada acara Pembukaan Pasanggiri Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8). </p><p>Jokowi mengatakan, di media sosial, banyak yang menyebut dirinya sebagai seorang diktator. Dia membantah hal itu. "Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masak wajah saya kayak gini wajah diktator," kata Jokowi tertawa.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Formula 1 | 25 Juni 2018 - 06:42 WIB

Hamilton menangi GP Prancis dan rebut puncak klasemen

Musibah | 25 Juni 2018 - 06:30 WIB

Kasus Danau Toba, Menhub dukung sanksi pidana

Event | 25 Juni 2018 - 06:19 WIB

Jepang imbangi Senegal 2-2

Event | 25 Juni 2018 - 06:07 WIB

Inggris pesta gol ganyang Panama

Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com