Minggu, 22 Juli 2018 | 01:53 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

HUT RI momentum perkuat pilar bangsa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan, kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof. Muhammad Fauzan.</p><p>"HUT RI momentum untuk memperkuat empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Prof. Muhammad Fauzan di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (10/8).</p><p>Muhammad Fauzan yang juga merupakan Ketua Pusat penelitian dan Pengembangan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Universitas Jenderal Soedirman menambahkan, momentum HUT RI semestinya juga dapat menggugah semangat nasionalisme setiap elemen masyarakat.</p><p>"Ini juga momentum untuk 'bangun' dan tersadar bahwa eksistensi NKRI bukan sesuatu yang turun dari langit, melainkan merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa dengan mengorbankan jiwa, raga, dan harta," katanya.</p><p>Oleh karena itu, kata dia, menjadi tugas bersama untuk menjaga eksistensi NKRI.</p><p>"Menjadi tugas kita semua untuk tidak hanya mengisi kemerdekaan saja tetapi berusaha untuk bagaimana agar NKRI tetap eksis," katanya.</p><p>Pada saat ini, kata dia, perjuangan sebagai anak bangsa, bukan melawan penjajah.</p><p>"Perjuangan saat ini bukan melawan penjajah seperti era sebelum kemerdekaan yakni mengusir secara fisik penjajah. Namun, perjuangan kita pada saat ini adalah 'mengusir' pengaruh dan tata nilai yang tidak sesuai dengan peradaban bangsa Indonesia," katanya.</p><p>Peradaban bangsa yang dimaksud, kata dia, adalah yang religius dan penuh toleransi serta gotong royong sebagai cerminan dari Pancasila," katanya.</p><p>Dengan demikian, kata dia, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus, merupakan momentum yang tepat.</p><p>"Ini momentum untuk menyadarkan kita akan kesepakatan luhur para pendahulu kita yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 21 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menpora: Asian Games 2018 perekat persatuan bangsa

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 20:51 WIB

Saat ramai kampanye politik, Menkes kampanye jamu

Otomotif | 21 Juli 2018 - 20:35 WIB

Lebih dekat dengan motor kustom Gibran Rakabuming

Musibah | 21 Juli 2018 - 20:25 WIB

12 rumah rusak akibat gempa Sumbar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com