Minggu, 22 Juli 2018 | 08:17 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

KKP temukan teknologi menangkap ikan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan menemukan inovasi teknologi bernama LEDikan yang mampu membantu nelayan menangkap ikan lebih bayak lima kali lipat sehingga memperoleh hasil tangkapan lebih banyak.</p><p>"Kini nelayan tak perlu lagi khawatir tak memperoleh ikan, pasalnya telah ditemukan inovasi teknologi yang akan membantu nelayan memikat ikan," demikian siaran pers Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima di Jakarta, Kamis (10/8).</p><p>Penemu teknologi pemikat ikan yang dinamai LEDikan adalah adalah Agus Cahyadi, seorang peneliti Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).</p><p>LEDikan adalah lampu LED dengan desain dan spesifikasi khusus yang digunakan untuk membantu nelayan memperoleh ikan.</p><p>Meskipun sederhana, inovasi sangat aplikatif dan bermanfaat bagi nelayan. Faktanya menunjukkan nelayan yang menggunakan lampu LEDikan mampu meningkatkan hasil tangkapannya hingga lima kali lipat.</p><p>Biasanya LEDikan dipasang di bawah air di bagan atau rumpon milik nelayan, gunanya untuk menarik ikan datang.</p><p>Prinsip kerja alat ini adalah spektrum cahaya yang dihasilkan dari lampu LED ini dapat menarik plankton dan plankton akan mengundang ikan kecil untuk datang, kemudian ikan yang berukuran besar datang untuk memakan kumpulan ikan kecil tersebut, sehingga terjadilah rantai makanan dan kumpulan ikan di sekitar bagan/rumpon yang kemudian masuk ke dalam jaring nelayan.</p><p>Agus mengklaim, dengan bantuan LEDikan ini nelayan bisa memperoleh hasil tangkapan lima kali lebih banyak.</p><p>"Kalau biasanya nelayan memperoleh 100 kg untuk bagan ukuran 8,5 x 8,5 meter untuk sekali angkat, dengan penggunaan LEDikan jumlahnya bisa menjadi 500 kilogram, bahkan kalau sedang melimpah ikannya bisa sampai 1 ton, hasil tangkapannya," katanya.</p><p>Dibandingkan dengan lampu biasa yang umumnya digunakan nelayan untuk menangkap ikan, LEDikan memiliki beberapa keunggulan.</p><p>Kelebihan alat LEDikan ini, diantaranya alat ini menggunakan bahan yang daur ulang sehingga bisa berkali kali lebih hemat ketimbang lampu biasa, alat ini juga lebih terang, dengan spektrum cahaya RGB yang dirancang khusus disesuaikan dengan target ikan tangkapan.</p><p>Selain itu alat ini penggunaannya bisa dicelupkan ke bawah air, dan panas lampu tidak membuat ikan menjauh, justru sebaliknya dapat menarik ikan datang, alat ini mudah dipindahkan sehingga memudahkan operasi penangkapan di laut, dan lat ini aman digunakan bagi nelayan tidak mengeluarkan percikan api atau konslet.</p><p>LEDikan juga awet dibandingkan lampu biasa, umur masa pakainya bisa sampai sampai lima tahun, kalau lampu biasa yang dipakai paling dalam hitungan minggu sudah putus karena kena angin dan terlalu panas, penggunaannya juga tidak bisa di pakai untuk di bawah air, sehingga menyulitkan nelayan, kalau LEDikan bisa dipakai di bawah air dan aman untuk nelayan.</p><p>Alat ini dibandrol dengan harga Rp8,5 juta untuk ukuran 15 x 20 sentimeter dengan daya 145 watt diperuntukkan bagi bagan ukuran 8,5 meter x 8,5 meter. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:14 WIB

Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juli 2018 - 07:57 WIB

Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Megapolitan | 22 Juli 2018 - 07:43 WIB

Jabodetabek berawan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 07:27 WIB

Kemkumham dalami dugaan narapidana Sukamiskin keluar lapas

Musibah | 22 Juli 2018 - 07:17 WIB

BPBD: Waspadai banjir susulan di Kolaka Timur

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 06:56 WIB

KPK juga temukan penyalahgunaan fasilitas berobat di Sukamiskin

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com