Minggu, 22 Juli 2018 | 08:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Sopir angkutan di Bukittinggi sampaikan aspirasi tolak transportasi daring

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Ratusan sopir angkutan kota dan angkutan pedesaan yang beroperasi di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam bagian Timur, Sumatera Barat (Sumbar), menyampaikan aspirasi menolak transportasi berbasis dalam jaringan (daring) hadir di daerah itu.</p><p>Aspirasi disampaikan ke kantor DPRD Bukittinggi, Kamis (10/8), sejak sekitar pukul 8.30 WIB di mana para sopir menghentikan aktivitas dengan memarkir kendaraan di sepanjang jalan menuju gedung dewan setempat.</p><p>Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bukittinggi, Syafrizal dalam orasinya menyampaikan transportasi berbasis aplikasi, Gojek, telah hadir di daerah itu sebanyak 200 unit pada Agustus 2017.</p><p>"Dalam aturan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tidak ada angkutan umum roda dua. Bila keberadaannya tetap dibiarkan akan mematikan 500 lebih angkutan umum yang ada di Bukittinggi," katanya.</p><p>Ia mengharapkan pemerintah daerah tidak memberi izin beroperasi transportasi berbasis daring tersebut.</p><p>"Menyangkut aplikasi yang digunakan transportasi daring, kami harapkan aspirasi kami disampaikan pada pemerintah agar aplikasi itu dicabut," ujarnya.</p><p>Hal yang sama disampaikan salah satu anggota persatuan angkutan umum Ikabe, Ahmad mengatakan ada lebih 1.000 unit angkutan kota dan pedesaan di Bukittinggi yang beroperasi hingga ke Agam bagian Timur.</p><p>"Keberadaan ojek daring jelas akan mematikan angkutan umum karena kami terikat aturan yang mengatur trayek sementara ojek bebas rute. Kami akan kalah saing dan mematikan pencarian," sebutnya.</p><p>Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial mengatakan hingga saat ini pemerintah setempat belum memberi izin beroperasi transportasi daring di dalam daerah itu.</p><p>"Informasi yang kami terima, izn memang sudah disampaikan namun belum diproses. Pertemuan antara pemerintah daerah dan pemilik transportasi daring juga baru dijadwalkan," ujarnya.</p><p>Ia menyebutkan DPRD akan menerima dan menyampaikan aspirasi yang disampaikan para supir kepada pemerintah daerah agar selalu berpegang pada aturan.</p><p>"Peraturan tentang ojek daring memang belum duduk. Namun kami tetap ingin warga dapat beraktivitas dengan nyaman. Kami harap usai menyampaikan aspirasi, para supir kembali beraktivitas karena banyak warga yang membutuhkan layanan angkutan umum," lanjutnya.</p><p>Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi mengharapkan para sopir angkutan umum bersabar selagi pemerintah dan DPRD membahas permasalahan kehadiran ojeg maupun bentuk transportasi daring lain.</p><p>"Selagi perizinan kehadiran transportasi berbaring daring ini dibahas pemerintah, kami harap kamtibmas tetap terjaga. Ada kemungkinan bagian dari keluarga kita terlibat dalam ojek daring ini. Jadi diharap selalu jaga keamanan dan ketertiban," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:14 WIB

Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juli 2018 - 07:57 WIB

Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Megapolitan | 22 Juli 2018 - 07:43 WIB

Jabodetabek berawan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 07:27 WIB

Kemkumham dalami dugaan narapidana Sukamiskin keluar lapas

Musibah | 22 Juli 2018 - 07:17 WIB

BPBD: Waspadai banjir susulan di Kolaka Timur

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 06:56 WIB

KPK juga temukan penyalahgunaan fasilitas berobat di Sukamiskin

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com