Selasa, 22 Agustus 2017

RS Indonesia di Myanmar gunakan penyaring air

Kamis, 10 Agustus 2017 17:14

Proses pembuatan pondasi pagar luar RS Indonesia di Myanmar. Foto sumber Mer-C Proses pembuatan pondasi pagar luar RS Indonesia di Myanmar. Foto sumber Mer-C
Ayo berbagi!

Tim Teknis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memutuskan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar akan menggunakan penyaring air dengan teknologi ultrafiltrasi untuk memasok kebutuhan air bagi rumah sakit tersebut.

"Setelah pemeriksaan di lapangan, air hujan di lokasi memiliki kadar keasaman pH 7,1 dan total zat padat terlarut atau TDS yang rendah, yaitu pada angka dua. Itu berarti mineralnya rendah," kata salah satu tim ahli MER-C Agus Subiyakto Saleh melalui siaran pers diterima di Jakarta, Kamis (10/8).

Ahli pengolahan air dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan penyaringan air dengan teknologi ultrafiltrasi akan langsung menjernihkan air.

Teknologi tersebut menggunakan "membran" dan dapat menyaring setiap partikel yang ada di dalam air hingga ukuran 0,01 mikron. Semua kotoran dalam air yang melalui "membran" tersebut akan tertahan sehingga air bebas dari kemungkinan bakteri dan lain-lain.

"Membran tersebut juga dapat menahan virus dengan ukuran 0,5 mikron. Membersihkannya juga cukup mudah. Dengan cairan pemutih sudah bisa membersihkan membran," tuturnya.

Pengoperasian teknologi tersebut juga cukup mudah. Karena tidak memerlukan tekanan yang kuat, penyaringan air cukup menggunakan pompa air biasa. Teknologi tersebut hanya memerlukan tekanan air 0,5 bar hingga 1 bar.

Menurut Agus kualitas air hujan yang ditampung di kolam penampungan yang ada di lokasi sangat baik karena tidak ada polusi udara di sekitarnya. Tim tidak menggunakan air tanah karena di wilayah tersebut bersifat payau.

MER-C mengirimkan empat relawan teknis ke Myanmar pada Senin (7/8) untuk melakukan studi lanjutan mengenai permasalahan pasokan air. Tim dijadwalkan berada di Myanmar hingga Jumat (11/8).

Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar merupakan langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C dan Palang Merah Indonesia (PMI) didukung pemerintah Republik Indonesia.

Keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan menjadi perekat persatuan antaretnis sehingga bisa meredam konflik berkepanjangan yang terjadi untuk mendorong perdamaian di Myanmar.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar