Sabtu, 19 Agustus 2017

Puluhan buruh gelar aksi solidaritas di pintu masuk PT Kinugawa

Kamis, 10 Agustus 2017 16:20

Foto: Kontributor Elshinta, Tita Sopandy Foto: Kontributor Elshinta, Tita Sopandy
Ayo berbagi!

Sekitar 50 buruh yang tergabung dalam Serikat Federasi Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi solidaritas di depan PT. Kinugawa dikawasan industri Bukit Indah City, Purwakarta, Jawa Barat menyusul 19 pekerja di perusahaan tersebut telah dirumahkan tanpa diberikan upah.

PT. Kinugawa bergerak dibidang komponen otomotif dengan mempekerjakan buruh tetap serta buruh kontrak dengan seluruh buruhnya tergabung pada serikat buruh FSPMI.

Saat ini buruh yang tergabung dalam serikat itu telah menggelar aksi unjuk rasa selama tiga kali di PT. Kinugawa tersebut, karena telah melakukan pelanggaran terhadap undang-undang perburuhan.

Kepada Kontributor Elshinta, Tita Sopandy, Kamis (10/8), Ketua FSPMI Purwakarta Ade Supiani mengatakan, aksi ini digelar setelah kesepakatan yang dilakukan Bipartit antara PT. Kinugawa dengan PUK perusahaan telah sepakat untuk mengangkat buruh kontrak menjadi buruh tetap pada 2 Agustus lalu dengan telah di SK kan sebanyak 16 buruh.

Dalam beberapa hari Kesepakatan yang sudah  ditandatangani itu berujung dengan dirumahkanya seluruh buruh yang diangkat bahkan ditambah lagi dengan tiga orang dirumahkan.

Seluruh buruh yang dirumahkan menjadi 19 orang dan tidak mendapat kan upah sama sekali. Alasan dari pihak perusahaan PT. Kinugawa pusat bahwa ke 19 buruh yang telah diangkat sebagai buruh tetap itu seharusnya di Putus Hubungan Kerja (PHK) bukan untuk diangkat sebagai buruh tetap.

Atas perlakuan perusahaan yang dinilai telah melanggar undang undang itu telah dilaporkan ke pihak Disnaker serta DPRD Purwakarta yang membidangibya, namun pelaporan itu tidak membuahkankan hasil, sehingga menggelar aksi unjuk rasa serta aksi solidaritas dari buruh yang tergabung dalam serikat FSPMI dengan menduduki akses depan masuk pintu masuk PT. Kinugawa.

Aksi ini menurut Ade akan terus digelar hingga tuntutan tersebut dikabulkan, namun hingga saat ini perusahaan tidak ada tanggapan hingga dilaporkan ke Dinas pengawasan ketenagaan kerjaan di daerah karawang, namun masih juga belum membuahkan hasil.

Atas pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Kinugawa menurut Ade, apabila hingga 15 Agustus perusahaan masih tidak ada tanggapan, maka aksi besar besaran akan dilakukan pada 16 Agustus mendatang.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar