Senin, 25 Juni 2018 | 07:11 WIB

Daftar | Login

/

Bareskrim ringkus pelaku perdagangan orang ke Suriah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi elshinta.com
Foto: Ilustrasi elshinta.com
<p>Penyidik Bareskrim Polri menangkap dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Suriah.</p><p> "Tersangkanya Pariati dan Baiq Hafizah alias Evi," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Kantor Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (10/8).</p><p> Menurut dia, praktek perdagangan orang dengan modus pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri ini dilakukan oleh kedua tersangka sejak September 2014 hingga Desember 2016.</p><p> Pariati (51 tahun) berperan sebagai perekrut calon TKI. Sementara Baiq alias Evi (41 tahun) diduga sebagai penghubung jaringan Fadi di Malaysia. </p><p> "Jaringan ini diduga telah mengirimkan ratusan TKI dari, Lombok, NTB ke Damaskus melalui jalur Malaysia secara ilegal," katanya.</p><p> Ari mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengejar Fadi yang masih buron. Fadi diketahui merupakan warga negara Irak yang berdomisili di Malaysia.</p><p> "PDRM kami koordinasikan untuk penindakan," katanya.</p><p> Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memalsukan identitas para korbannya. "Nama dan tahun lahir korban dipalsukan. Korban masih anak-anak, usianya masih 14 tahun, dipalsukan menjadi 19 tahun," kata Ari.</p><p> Kasus ini terkuak setelah korban mengalami penyiksaan selama bekerja dan melarikan diri ke KBRI Suriah di Damaskus.</p><p> Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 18 paspor, dua buku tabungan, satu bundel catatan keuangan, satu buku yang berisi catatan keuangan, dan bundel formulir pendaftaran calon TKI dan tiga buah ponsel.</p><p> Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam melanggar Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selain itu, kedua tersangka juga dikenai pelanggaran UU Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Formula 1 | 25 Juni 2018 - 06:42 WIB

Hamilton menangi GP Prancis dan rebut puncak klasemen

Musibah | 25 Juni 2018 - 06:30 WIB

Kasus Danau Toba, Menhub dukung sanksi pidana

Event | 25 Juni 2018 - 06:19 WIB

Jepang imbangi Senegal 2-2

Event | 25 Juni 2018 - 06:07 WIB

Inggris pesta gol ganyang Panama

Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com