Minggu, 22 Juli 2018 | 02:19 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Puluhan wartawan Turki masuk daftar pencarian terkait percobaan kudeta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Pihak berwenang Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 35 wartawan dan karyawan perusahaan media atas tuduhan terorisme terkait dengan upaya kudeta tahun 2016.</p><p>Mereka dituduh menggunakan aplikasi pesan terenkripsi, Bylock, yang digunakan oleh kalangan pendukung ulama asal Turki yang kini tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Ulama itu dituduh menjadi dalang upaya perebutan kekuasaan di Turki pada 15 Juli 2016, namun Gulen selalu membantah tegas tudingan tersebut. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40850893">Tersangka kudeta Turki diharuskan pakai seragam cokelat</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40797413">Hampir 500 terdakwa diadili di Turki dalam kasus kudeta yang gagal</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40618419">Turki memperingati setahun sejak upaya kudeta</a></li> </ul><p>Disebutkan mereka turut menggunakan aplikasi itu untuk bertukar pesan menjelang pelaksaan perebutan kekuasaan yang menyebabkan setidaknya 260 orang meninggal dunia. </p><p>Sembilan dari 35 wartawan yang masuk ke dalam daftar pencarian itu sudah ditangkap, termasuk Ahmet Sagirli, redaktur surat kabar oposisi Birgun, Burak Ekici. Sagirli bahkan mengabarkan penangkapannya lewat Twitter.</p><h3>Operasi pembersihan</h3><p>Sejauh ini 3.000 wartawan Turki telah kehilangan pekerjaan mereka sejak kudeta yang gagal. Menurut sejumlah aktivis kebebesan pers, pihak berwenang negara itu memeranjakan lebih dari 150 wartawan, jumlah terbesar di dunia. Akan tetapi, pemerintah menafikkan jumlah yang disebut para aktivis.</p><p>Penangkapan para wartawan terbaru ini merupakan bagian dari upaya operasi pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh terkait dengan kudeta yang gagal.</p><p>Sejak peristiwa itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki harus membasmi &quot;para pengikut Gulen&quot; sampai ke akar-akarnya.</p><p>Lebih dari 50.000 orang telah ditahan sejauh ini dan 150.000 pegawai negeri sipil diberhentikan dalam operasi pembersihan. Presiden Erdogan menyatakan bahwa ia mendukung hukuman mati bagi orang-orang yang berkomplot melakukan kudeta dan mengatakan mereka harus berseragam ketika dihadirkan di pengadilan.</p><p>Turki mendapat kecaman pedas dari dunia internasional atas kebijakannya yang keras yang diberlakukan di bawah undang-undang keadaan darurat yang diberlakukan sampai sekarang.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 21 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menpora: Asian Games 2018 perekat persatuan bangsa

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 20:51 WIB

Saat ramai kampanye politik, Menkes kampanye jamu

Otomotif | 21 Juli 2018 - 20:35 WIB

Lebih dekat dengan motor kustom Gibran Rakabuming

Musibah | 21 Juli 2018 - 20:25 WIB

12 rumah rusak akibat gempa Sumbar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com