Senin, 11 Desember 2017

Jokowi tidak bisa hadiri pembukaan `The Yudhoyono Institute`

Kamis, 10 Agustus 2017 21:12

Gibran dan AHY (foto: Antara) Gibran dan AHY (foto: Antara)
Ayo berbagi!

Presiden Joko Widodo tidak bisa menghadiri acara pembukaan "The Yudhoyono Institute" untuk memenuhi undangan yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Saya kebetulan ada acara yang lain sehingga tidak bisa datang nanti malam," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/8).

Ia menyebutkan AHY bertemu dengan dirinya untuk menyampaikan undangan untuk hadir di pembukaan The Yudhoyono Institute.

"Tadi kebetulan anak saya Gibran pas di sini, ya sudah ayo saya kenalin," kata Jokowi.

Ia menyebutkan pertemuan dirinya dengan AHY membahas banyak masalah, terutama masalah anak muda.

"Saya sampaikan landscape politik ke depan seperti apa. Perkiraan saya akan seperti ini seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku menyampaikan pesan dari Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Joko Widodo saat bertemu dan makan siang bersama di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

"40 menit sebelum saya berangkat, tadi saya ditelepon Pak SBY, tentunya Pak SBY menyambut baik dan senang mendengar saya menghadap dan sowan ke Pak Presiden. Dan beliau tentunya menitipkan pesan, salam hormat untuk Pak Jokowi dan keluarga," kata AHY saat konferensi pers usai bertemu Presiden dan putranya Gibran Rakabuming Raka di ruang "presidensial lounge" yang terletak samping kanan Istana Merdeka Jakarta.

AHY mengatakan SBY juga mendoakan agar Presiden Jokowi sukses dan selalu sehat serta diberikan kesuksesan di dalam memimpin negeri dan memimpin pemerintah.

"Itu harapan dan doa dari Bapak SBY," ucap AHY.

Putra sulung SBY ini juga mengucapkan syukur karena mendapatkan kesempatan bisa menghadap dan menemui langsung Presiden Jokowi bersama putranya, Gibran.

AHY mengatakan kedatangannya ke Istana dalam rangka saya meminta doa restu karena pada Kamis malam ini akan diluncurkan "The Yudhoyono Institute" yang akan diselenggarakan di Jakarta Theatre.

"Saya akan menjadi direktur eksekutif dari institut tersebut, oleh karena itu tentu saya memohon doa restu kepada bapak presiden sekaligus juga ingin mendapatkan wejangan, nasihat dan hal-hal lain yang perlu saya jadikan pedoman dalam rangka kesuksesan dari institut tersebut," paparnya.

AHY mengakui pertemuan dengan Presiden bersama putranya berjalan dengan baik dan tidak hanya berbicara masalah "The Yudhoyono Institute", tetapi juga berbagai hal perkembangan dunia saat ini.

"Bapak Presiden Jokowi menyampaikan kepada saya bahwa memang perkembangan dunia ini begitu cepat, dan anak-anak muda diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya memajukan bangsa, merespon perubahan, cepat beradaptasi dan mudah-mudahan juga bisa membawa berbagai kemajuan," tuturnya.

AHY juga menyampaikan bahwa Presiden berharap kepada anak-anak muda memiliki keunggulan untuk siap berkompetisi dan bersaing menghadapi persaingan global.

"Beberapa kali disampaikan. Intinya adalah membangun sumber daya manusia yang utuh, unggul, karena kompetisi ke depan, di abad 21 ini semakin sengit dan kita jangan berkompetisi di dalam saja, justru kita bersatu bersama-sama sebagai sebuah bangsa, kita siapkan diri kita. untuk siap berkompetisi dengan siapapun yang ada di luar Indonesia. Itu pesan-pesan beliau," ujarnya.

AHY mengaku mendapat restu dari Presiden, dalam arti memberikan semangat dan juga berharap bahwa melalui "The Yudhoyono Institute" ini ada pemikiran-pemikiran yang baik, sekaligus juga memotivasi generasi muda.

"Termasuk menyiapkan kader-kader pemimpin di masa mendatang. Dan inilah tujuan utama dari didirikannya The Yudhoyono Institute," kata AHY, menambahkan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar