Minggu, 22 Juli 2018 | 02:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Kemenlu Tiongkok Bantah Tuduhan Buku Putih Pertahanan Jepang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>XINHUA: Pemerintah Jepang baru-baru ini telah meluluskan Buku Putih Pertahanan Edisi Baru. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers kemarin (9/8) pun memberikan tanggapannya. Jubir Geng Shuang mengatakan, Buku Putih itu sekali lagi mengabaikan kenyataan, melancarkan tuduhan tidak berdasar terhadap pembangunan pertahanan dan kegiatan militer normal Tiongkok, serta melakukan provokasi pada masalah Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok sangat tidak puas dan menentang keras tindakan tersebut, Karena itu, Tiongkok telah melayangkan teguran keras kepada Jepang. <p>Geng Shuang menekankan, tekad pemerintah Tiongkok untuk melindungi kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritim tidak tergoyahkan. Patroli Tiongkok di perairan Pulau Diaoyu adalah hak inheren Tiongkok, Jepang tak berhak memberikan komentar. Aktivitas normal di atas laut dan udara yang dilakukan Tiongkok sesuai dengan Hukum Internasional dan peraturan Undang-Undang dalam negeri, juga berdasarkan kebutuhan pertahanan sendiri, sehingga masuk akal dan tidak patut mendapatkan tudingan. Pembangunan fasilitas secara seperlunya yang dilakukan Tiongkok di sebagian karang Kepulauan Nansha merupakan hak sah yang diberikan Hukum Internasional kepada negara berdaulat, hal ini tidak berkaitan dengan "militerisasi", juga tidak akan menimbulkan ancaman kepada keamanan kawasan. <p>Geng Shuang mengatakan, pengaturan kembali kebijakan militer dan keamanan yang dilakukan Jepang bertujuan untuk menghasut ancaman keamanan di sekitar, sekaligus sebagai alasan untuk mengamademen Konstitusi. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran negara di kawasan serta masyarakat internasional. Tiongkok mendesak Jepang menarik pelajaran dari sejarah, menempuh jalan pembangunan yang damai, bertindak hati-hati dalam bidang keamanan militer, melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk memperdalam saling kepercayaan kedua negara di bidang keamanan dan politik, serta melakukan lebih banyak hal bermanfaat bagi pemeliharaan perdamaian dan kestabilan di kawasan, dan bukan sebaliknya. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 21 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menpora: Asian Games 2018 perekat persatuan bangsa

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 20:51 WIB

Saat ramai kampanye politik, Menkes kampanye jamu

Otomotif | 21 Juli 2018 - 20:35 WIB

Lebih dekat dengan motor kustom Gibran Rakabuming

Musibah | 21 Juli 2018 - 20:25 WIB

12 rumah rusak akibat gempa Sumbar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com