Sabtu, 23 Juni 2018 | 11:42 WIB

Daftar | Login

/

Sejumlah kabupaten di Sumsel rawan karhutla hingga September

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika SMB II Palembang, berkategori rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga September 2017.</p><p>Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Agus Santoso di Palembang, Kamis (10/8), menyebutkan, kabupaten berkategori rawan itu yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muaraenim, dan Ogan Komering Ulu Timur.</p><p>"Lima kabupaten ini sempat mengalami 20 hari tanpa hujan, jika pun hujan dengan intensitas rendah 0-22 mm/jam, jadi benar-benar kering," kata Agus.</p><p>Untuk itu, berbagai pihak terkait harus meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan akan mencapai puncak pada Agustus-September 2017. Musim penghujan diperkirakan akan tiba pada Oktober 2017.</p><p>Hal ini karena indeks monsoon Asia hingga Juli masih melemah, sementara di Australia justru menguat sehingga angin yang kering dari Australia ini membuat musim kemarau diperkirakan terjadi hingga September.</p><p>"Tiga kabupaten malah masuk dalam katagori merah atau sangat rawan terbakar yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir sebelah barat, dan Ogan Komering Ulu Timur," kata dia, dikutip <i>Antara</i>. </p><p>Perkiraan terjadinya hujan masih sangat kecil di tiga kabupaten ini, kecuali untuk kawasan yang berada di sebelah barat dekat kaki pegunungan Bukit Barisan memiliki kemungkinan hujan dengan intensitas rendah. Adanya perlambatan angin di Bukit Barisan memungkinkan terjadinya pengumpulan awan.</p><p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan, Iriansyah mengatakan, terdapat juga satu unit pesawat cassa untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menyemai garam sebanyak 1 ton per hari.</p><p>"TMC dilakukan setiap hari, kami merencanakan dua shif setiap hari sehingga disemai dua ton garam setiap hari," kata dia.</p><p>Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Pemulutan, Ogan Ilir, pada 5-7 Agustus 2017 itu telah menghanguskan sekitar 200 hektare.</p><p>Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkaca kejadian hebat pada 2015 yang telah menghanguskan lahan dan hutan sekitar 700 ribu hektare di lima kabupaten.</p><p>Pada tahun 2016, Sumsel berhasil menekan kejadian karhutla 97 persen, berkat upaya deteksi dini dan kondisi cuaca yang mengalami kemarau basah.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:23 WIB

Banjir bandang tidak pengaruhi aktivitas kereta api di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 11:11 WIB

Jusuf Kalla terima penganugerahan gelar doktor kehormatan

Musibah | 23 Juni 2018 - 10:24 WIB

Paranormal bantu pencarian korban kapal tenggelam

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com