Senin, 23 Oktober 2017

Viral di medsos jemaah haji ditelantarkan, ini keterangan PPIH

Jumat, 11 Agustus 2017 10:46

Petugas Linjam Sektor 4 Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi menggendong Slamet bin Toryeh turun dari bus. Foto: Kemenag Petugas Linjam Sektor 4 Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi menggendong Slamet bin Toryeh turun dari bus. Foto: Kemenag
Ayo berbagi!

Viral di media sosial (medsos) bahwa ada jemaah haji asal Jember Jawa Timur yang tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Surabaya (SUB 27) ditelantarkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan mengunjungi hotel tempat menginap jemaah SUB 07, serta menemui petugas kloter dan non kloter, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (11/8).

Dari beberapa keterangan, diperoleh informasi kalau tidak ada penelantaran. Petugas PPIH bahkan sejak awal sudah memberi perhatian kepada jamaah yang bernama Slamet bin Toryeh tersebut.

"Kami sejak awal kedatangan beliau ke Madinah sudah memonitornya. Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya," ungkap anggota Perlindungan Jamaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi saat menemani tim MCH menemui Slamet bin Toryeh di kamar 802 Hotel Al-Mukhtarah Tower, Madinah, Kamis (10/08).

"Saya yang mengantarkan Pak Slamet ke Masjid Nabawi. Keadaannya memang begitu. Pak Slamet tidak kuat panas, pun tidak kuat dingin. Sehingga tidak kuat kalau dibawa ke dalam Masjid,” lanjutnya.

Menurut Alpan, Slamet tadinya ngotot untuk menjalani Arbain di tengah keterbatasan yang dimilikinya. Dia merasa ibadah hajinya kurang afdol jika tidak menjalani Arbain. Setelah diberi penjelasan, Slamet tidak ngotot lagi dan memilih untuk beribadah di hotel ditemani istrinya yang tampak sabar dan setia menunggu.

Jemaah berusia 70-an tahun ini menderita penyakit stroke sejak 3,5 tahun lalu, sehingga tidak bisa berdiri tegap lagi. Jemaah ini membutuhkan bantuan kursi roda untuk kegiatan ibadah di luar hotel.

"Saya langsung yang beberapa kali antar beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini kalau di dalam masjid tidak kuat AC, sedangkan di luar masjid tidak kuat panas. Saya selalu tanya beliau mau salat di mana, lalu saya antar," ungkapnya.

Ditemui di kamarnya, Slamet mengakui kalau dirinya memang tidak tahan panas, pun tidak tahan dingin. "Badan suka terasa sakit semua," katanya dalam bahasa Madura. Slamet pun kini memilih untuk melaksankaan ibadahnya di hotel dan tidak memaksakan diri ke Masjid Nabawi. Dia ditemani istrinya, Juwaria Nino, yang setia mendampingi.

Dokter kloter SUB 27 Gini Wuryandari juga membantah ada penelantaran jemaah atas nama Slamet bin Toryeh. Menurutnya, jemaah tersebut sudah sejak awal mendapatkan pendampingan petugas haji.

"Dari embarkasi sudah kami fasilitasi dengan kursi roda. Sejak naik bus sampai naik pesawat kami dampingi. Bahkan didudukkan di kelas bisnis bersama istrinya," paparnya.

Begitu juga di Bandara AMAA Madinah. Jemaah dibawa dengan kursi roda dan didahulukan Petugas Haji Daker Bandara saat pemeriksaan imigrasi.

"Sampai di kamar kami juga melakukan visitasi sehari sekali. Mungkin jemaah yang lain tidak melihat kami mengunjungi Pak Slamet, karena sedang salat di Masjid Nabawi," tuturnya.

Saat pihaknya mengunjungi Slamet di kamarnya, dia tengah ditemani istrinya, Juwaria Sino. "Bapak sakit stroke tiga tahun lalu," ucap Juwaria dalam bahasa Madura.

(Der) 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar