Senin, 23 Oktober 2017

4 Negara yang Berhasil Maju, Tanpa Karyawan Harus Lembur

Jumat, 11 Agustus 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/4-negara-yang-berhasil-maju-tanpa-karyawan-harus-lembur courtesy https://www.cermati.com/artikel/4-negara-yang-berhasil-maju-tanpa-karyawan-harus-lembur
Ayo berbagi!

Ada banyak upaya yang dilakukan oleh sejumlah negara untuk bisa menjadi sebuah negara maju, salah satunya dengan memajukan perekonomian dan juga berbagai sektor lainnya agar berkembang lebih pesat. Semua pembangunan ini tentu akan membutuhkan tenaga kerja yang maksimal, sehingga dibutuhkan sejumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan dapat diandalkan.

Ketika dijalankan dengan jam kerja normal, seringkali berbagai sektor pembangunan ini justru tidak sesuai dengan target, sehingga akan dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan juga kemampuan dari SDM yang tersedia. Lalu, jika ternyata SDM yang ada hanya memiliki kemampuan yang terbatas dan tidak mencukupi, menambah jam kerja (lembur) adalah pilihan selanjutnya yang kerap dilakukan.

Lembur banyak dijalani oleh para pekerja di negara berkembang, sebab pada dasarnya negara-negara ini tentu sedang dan masih akan membutuhkan sejumlah tenaga kerja untuk bisa mendongkrak berbagai sektor pembangunan di sana. Jika ditilik dari segi kualitas dan juga kelayakan, maka sudah tentu kegiatan lembur yang terlalu sering tentu justru akan membuat hasil kerja juga tidak maksimal.

Jika mau berkaca pada sejumlah negara maju, maka jelas terlihat perbedaan jam kerja yang diterapkan oleh pemerintahnya. Beberapa negara maju bahkan hanya menerapkan jam kerja yang terbilang singkat (di bawah 40 jam) dan pastinya negara-negara ini bahkan tidak menggunakan jam lembur bagi karyawannya. Hal ini tentu patut diapresiasi dengan baik, mengingat kinerja karyawan di negara-negara maju ini justru lebih baik daripada sejumlah negara lainnya yang menerapkan lembur bagi karyawannya.

Simak 4 negara berikut ini, yang mampu berkembang dan maju dengan pesat tanpa karyawan lembur:

Baca Juga: Ingin Mendapatkan Pekerjaan Impian? Lakukan Tips Ini

1. Jerman

jernamn
Negara Jerman

Memiliki jam kerja rata-rata selama 35 jam dalam sepekan, Jerman termasuk negara maju yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Bagaimana tidak, bukan hanya jam kerjanya saja yang singkat, namun negara ini juga memberikan cuti tahunan yang terbilang panjang untuk para karyawannya, yakni antara 24 hingga 30 hari per tahunnya. Ini bahkan tidak termasuk cuti yang diakibatkan sakit atau karena sedang merawat anggota keluarga yang sedang sakit.

Bukan hanya itu saja, Jerman juga memiliki sistem kerja home office yang memungkinkan karyawannya bekerja dari rumah, dalam sebulan seorang karyawan dapat mengambil 4 kali home office.

Dengan sejumlah kebijakan di atas dan ditambah dengan tidak adanya lembur, kinerja para karyawan di negara ini bahkan jauh lebih baik dan produktif. Hal ini bisa dilihat dari kestabilan ekonomi dan berbagai sektor lainnya di Jerman, di mana negara ini memang menjadi salah satu negara yang sulit diterjang oleh gejolak ekonomi dunia.

2. Belanda

belanda
Negara Belanda

Hampir sama dengan Jerman, negara maju yang satu ini juga hanya menerapkan jam kerja sekitar 34 jam jam saja per minggunya. Namun jangan ditanya, jumlah pendapatan rata-rata di negara ini bahkan termasuk salah satu yang paling besar di dunia. Bukan hanya itu saja, Belanda juga memberikan masa cuti yang terbilang cukup panjang bagi karyawannya.

Negara ini memiliki sejumlah kebijakan yang baik bagi para karyawannya, bahkan bagi para karyawan yang bekerja paruh waktu juga memiliki hak yang sama di dalam kebijakan tersebut. Namun meskipun hanya memiliki jam kerja yang terbatas, statistik menunjukkan bahwa produktivitas negara Kincir Angin ini termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Meski rata-rata penduduknya hanya bekerja selama 4 hari dalam sepekan, namun negara ini tentu menjadi salah satu negara termaju di dunia. Hal ini bisa dilihat dari kesejahteraan penduduknya, dan juga kestabilan perekonomian mereka sepanjang tahun.

3. Inggris

inggris
Inggris

Berbeda dengan sejumlah negara maju lainnya yang pada umumnya hanya menerapkan jam kerja yang lebih singkat per pekannya, Inggris justru memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk bisa bekerja di mana saja. Bukan hanya itu saja, negara ini juga memberikan kemudahan karyawannya untuk bisa bekerja sesuai dengan jam kerja yang mereka inginkan.

Fleksibel dan lebih bebas, begitu kira-kira sistem kerja yang diterapkan oleh perusahaan-peusahaan di Inggris, sehingga karyawannya dapat bekerja dengan lebih maksimal dan terhindar dari stress. Namun meskipun demikian, produktifitas negara ini tetap tinggi, sebab kinerja karyawannya juga bisa maksimal.

Baca Juga: Tips Sukses Berkarier di Perusahaan Startup

4. Swedia

swedia
Negara Swedia

Kerja 6 jam saja dalam sehari? Ini tentu angka yang sangat kecil, sebab dalam sepakan hanya akan mencapai 30 jam kerja saja. Meski begitu, negara maju yang satu ini tetap menjalankan kebijakan tersebut dan membuktikan bahwa kinerja karwayan di Swedia tetap baik dan bahkan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Kebijakan pemerintah Swedia yang sedikit kontroversial ini, ternyata mampu membawa negara tersebut lebih maju dengan tingkat stress pekerja yang sangat rendah. Kinerja para karyawan di sana lebih positif, hal ini bisa dilihat dari produktifitas mereka yang semakin tinggi setelah adanya kebijakan baru tersebut. Hal tersebut bahkan masih ditambah dengan sejumlah cuti yang cukup panjang setiap tahunnya, sehingga karyawan di negara ini memiliki tingkat stress yang terbilang sangat rendah.

Tidak hanya bebas lembur, sebagian karyawan di Swedia bahkan hanya bekerja paruh waktu saja, namun negara ini bisa tetap maju dan memiliki tingkat kesejahteraan yang sangat tinggi bagi penduduknya.

Bekerja dengan Cerdas dan Efisien

Manusia memiliki keterbatasan, termasuk dalam kemampuan bekerja dan juga berpikirnya, hal inilah yang seharusnya menjadi salah satu pertimbangan mengapa lembur seharusnya tidak terlalu sering dilakukan oleh para pekerja. Jam kerja yang terlalu panjang dan tidak sesuai dengan jam istirahat yang dimiliki oleh seorang pekerja, tentu akan berbanding lurus dengan hasil kerja mereka yang juga tidak maksimal, terutama di jam-jam kerja tambahan (lembur).

Bekerja lebih lama dan lebih banyak dari yang lainnya agar sukses bukan lagi sebuah slogan yang tepat untuk saat ini. Durasi kerja tak lagi selalu identik dengan prestasi, sebab saat ini kecerdasan bekerjalah yang akan menentukan kualitas. Ketika seseorang dapat bekerja dengan efisien, maka dalam waktu yang singkat saja pekerjaannya akan terselesaikan dengan baik. Saat ini, hasil kerja tidak lagi diukur dari kuantitas, namun kualitaslah yang akan menjadi patokannya.

Baca Juga: Industri Terbaik untuk Meniti Karir Tahun Ini

  

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar