Senin, 23 Oktober 2017

Musim kemarau

Warga Purwakarta mulai kesulitan air bersih

Jumat, 11 Agustus 2017 15:06

Foto: Tita Sopandi Foto: Tita Sopandi
Ayo berbagi!

Musim kemarau yang telah melanda kekeringan di sejumlah desa di Purwakarta, Jawa Barat, berdampak warga kesulitan air bersih sehingga menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Kemarau yang terjadi telah berlangsung sejak 3 bulan lalu salah satunya di kp. Gurudug Desa Citalaksana, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta. Sejak kemarau itu menggunakan air dari aliran sungai Ciherang yang terdapat di Desa Citalaksana.

Seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Tita Sopandi, Desa Citalaksana sepanjangnya tidak memiliki sumber mata air sehingga warga tidak memiliki sumur, karena kontur tanahnya terdiri cadas.

Sebelum kemarau seperti saat ini, warga menggunakan air untuk kebutuhan sehari hari yaitu dari sumber air disekitar kecamatan wanayasa.

Dengan melalui penampungan, kemudian masing masing warga membuat saluran sendiri sendiri dengan melalui selang serta paralon untuk dialirkan kerumahnya masing masing.

Tak heran jika di Desa Citalaksana terlihat bebtangan selang serta paralon yang cukup panjang membentang, baik yang menggantung diatas dengan dibantu tiang penyangga, begitu pula yang memanjang terlihat diatas tanah, dan mereka rata rata tidak menyimpan saluran itu didalam tanah karena dihawatirkan terjadi hambatan.

Sementara pada kemarau rutin tahunan ini berdampak terhadap mata air dari wanayasa telah mengering, terpaksa warga Desa Citalaksana memanfaatkan air subgai ciherang yang masih ada, meskipun ke sungai harus dijangkau dengan jalan kaki sekitar 2 kilo meter.

Salah satu warga Kp. Gurugud Desa Citalaksana Mahiyah menuturka , dirinya bersama warga Gurudug karena tidak ada air rerpaksa menggunakan air sungai Ciherang untuk kebutuhan sehari-hari selain mandi, nyuci juga untuk memasak.

Dijelaskan Muhiyah warga untuk kesungai Ciherang harus datang lebih awal dikarenakan air sungai yang mulai surut, akan keruh serta kotor apabila pemakainya sudah antri.

Sementara untuk kebutuhan minum warga Desa Citalaksana harus membeli air kemasan galon meskipun mahal, karena tidak ada jalan lain.

Muhiyah berharap ada bantuan air bersih untuk digunakan memasak serta minum sehingga dapat meringankan buaya untuk membeli air kebutuhan minum.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar