Senin, 23 Juli 2018 | 22:36 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

BI cermati dampak ekonomi dari ketegangan Amerika-Korut

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Bank Indonesia mengantisipasi dampak perekonomian, seperti keluarnya modal asing menyusul semakin tingginya tensi politik antara Amerika Serikat dan Korea Utara dalam beberapa hari terakhir.</p><p><br></p><p>Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (11/8) mengatakan tekanan terhadap stabilitas geopolitik di Asia kian bertambah, menyusul "perang" pernyataan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang dikhawatirkan terus mengarah ke perang terbuka.</p><p><br></p><p>Namun, kata Agus hingga 11 Agustus 2017 ini, volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing masih terjaga di bawah tiga persen.</p><p><br></p><p>"Kita memang masih perhatikan kondisi ekonomi dunia, khususnya AS dan Korut yg menegang. Ini dampaknya ada terhadap stabilitas," kata Agus.</p><p><br></p><p>Analis memperkirakan ada potensi dana keluar karena investor asing mencari tempat aman (safe-haven) untuk mengendapkan modalnya, yang pada akhirnya bisa menekan nilai tukar rupiah.</p><p><br></p><p>"Dengan semakin panasnya tensi politik antara AS dan Korea Utara, aksi pengalihan dana ke safe-haven bisa ikut menekan rupiah di perdagangan Jum'at ini," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta dalam risetnya.</p><p><br></p><p>Lebih lanjut, Agus mengatakan selain stabilitas geopolitik, BI juga terus mencermati rencana penurunan neraca Bank Sentral AS The Federal Reserve yang akan dilakukan tahun ini. Penurunan neraca The Fed akan berdampak terhadap pasokan dolar AS dan stabilitas nilai tukar mata uang pada sejumlah negara di dunia.</p><p><br></p><p>"Dan secara umum, kalau kami melihat The Fed mengenai rencana suku bunga The Fed bisa naik pada Desember atau mungkin tertunda. Itu yang kita perhatikan. Tapi yang tetap menonjol adalah rencana penurunan neraca The Fed," ujarnya.</p><p><br></p><p>Secara umum, Agus melihat fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu menahan tekanan ekonomi eksternal. Modal asing yang masuk sejak Januari hingga pekan kedua Agustus 2017 tercatat Rp115 triliun. Fundamental ekonomi yang kuat juga tercermin dari inflasi yang hingga pekan kedua Agustus 2017 sebesar 3,91 persen (year on year/yoy). (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:51 WIB

1.981 kosmetik ilegal disita BPOM Kendari

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 21:37 WIB

Stadion Jakabaring rusak, Menpora tunggu ketegasan PSSI

Politik | 23 Juli 2018 - 21:17 WIB

Masa jabatan Presiden dan Wapres untuk regenerasi

Bencana Alam | 23 Juli 2018 - 20:54 WIB

Musim kemarau, ribuan hektar sawah di Jabar alami kekeringan

Aktual Dalam Negeri | 23 Juli 2018 - 20:45 WIB

Menperin: IKM bisa ikut bangun `green diesel`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com