Minggu, 22 Juli 2018 | 08:27 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Panglima TNI juga minta maaf terkait pemukulan anggotanya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta maaf kepada Polri terkait pemukulan yang dilakukan anggotanya, Serda Wira Sinaga di Pekanbaru, Riau terhadap anggota Polantas Bripda Yoga yang tersebar di media sosial.</p><p>"Atas kejadian tersebut, saya minta maaf kepada Polri. Anggota tersebut saat ini dalam proses penyelidikan," kata Panglima TNI usai Kuliah Umum di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat (11/8).</p><p>Ia mengatakan, Serda Wira Sinaga mengalami gangguan kejiwaan, sehingga melakukan aksi yang tidak baik itu.</p><p>"Orangnya sudah ditahan. Orang ini mengalami gangguan kejiwaan, tiap minggu konsultasi. Wartawan bisa cek di Rumah Sakit Jiwa, apakah benar sakit jiwa atau tidak," katanya.</p><p>Sebelumnya, Komandan Resor Militer 031/Wirabima, Brigjen TNI Abdul Karim meminta maaf atas insiden itu.</p><p>Panglima menjelaskan, proses hukum atas Serda WS dipastikan akan berjalan. "Sudah ditahan. TNI enggak akan mengeluarkan, memecat anggota tanpa proses hukum. Diproses tapi dia sakit jiwa, tapi tetap kita proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana," katanya.</p><p>Video oknum Tentara Republik Indonesia yang diduga anggota Komando Resor Militer 031/Wirabima berkelahi memukul helm Polisi Lalu Lintas Pekanbaru di Jalan Sudirman menjadi viral di dunia maya.</p><p>Saat itu Personil Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur ataupun memberhentikan oknum TNI tersebut.</p><p>Lalu, oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjut memukul helm (kepala) Bripda Yoga empat kali.</p><p>Terlihat dalam video tersebut anggota TNI memakai jaket coklat dengan kancing terbuka, namun tetap terlihat baju dinas berwarna hijaunya. Saat berpapasan itu, dia pertama berbicara ke polisi lalu menghardik dengan suara keras kemudian sempat memukul helm polantas.</p><p>Reaksi dari Polantas selanjutnya berdiri namun tidak jelas apa yang disampaikannya. Polisi yang mengendarai motor matic warna putih itu duduk lagi hingga akhirnya Anggota TNI itu juga kembali ke sepeda motornya lalu pergi.</p><p>Kejadian tersebut kira-kira berdurasi satu menit lebih dengan oknum TNI menggunakan sepeda motor bebek tak pakai spion dan badan kendaraan diwarnai biru langit hingga menghilangkan merek aslinya. Peristiwa itu juga memakan hampir tiga per empat lebar jalan.</p><p>Tentunya peristiwa itu membuat macet jalan utama Pekanbaru tersebut terlebih lagi waktunya adalah jam sibuk. Ditambah lagi banyaknya masyarakat yang hanya menonton peristiwa tersebut. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 22 Juli 2018 - 08:26 WIB

KPU temukan lima bakal caleg DPR merupakan mantan koruptor

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:14 WIB

Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juli 2018 - 07:57 WIB

Mahfud mengaku tak pernah bahas pilpres dengan Jokowi

Megapolitan | 22 Juli 2018 - 07:43 WIB

Jabodetabek berawan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 07:27 WIB

Kemkumham dalami dugaan narapidana Sukamiskin keluar lapas

Musibah | 22 Juli 2018 - 07:17 WIB

BPBD: Waspadai banjir susulan di Kolaka Timur

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com