Senin, 25 Juni 2018 | 07:06 WIB

Daftar | Login

/

Akademisi ingatkan pentingnya antisipasi krisis air bersih

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Pemerintah daerah perlu membuat perencanaan yang sistematis guna mengantisipasi krisis air bersih, kata Dosen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Ardiansyah.</p><p>"Perlu ada perencanaan sistematis agar krisis air bisa diselesaikan, misal dengan pembuatan embung dengan kapasitas besar," kata Ardiansyah di Purwokerto, Jumat (11/8).</p><p>Dia menambahkan, embung berkapasitas besar bisa menyimpan air pada saat musim hujan.</p><p>Selain itu, dia juga menambahkan, pentingnya pemetaan daerah yang biasa mengalami krisis air bersih.</p><p>"Pemetaan daerah yang biasa mengalami krisis air bersih sangat penting dilakukan," katanya.</p><p>Selain itu, dia menambahkan bahwa pemanfaatan air tanah dalam, atau mata air, bisa menjadi salah satu upaya antisipasi krisis air bersih.</p><p>Sementara itu, dia juga menambahkan bahwa krisis air bersih sering terjadi saat musim kemarau, ketika debit air sungai yang melalui wilayah tertentu menurun, sehingga tidak cukup untuk keperluan masyarakat.</p><p>"Faktor topografi biasanya masalah utama. Daerah ada di lokasi yang tinggi, sementara sungai mengalir di lokasi yang lebih rendah," katanya.</p><p>Dia menambahkan, pihaknya pernah melakukan survei terkait hal tersebut.</p><p>"Seperti yang sering terjadi di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, lokasi dimana saya pernah survei. Aliran sungai jauh di bawahnya, sekitar 100 meter, irigasi juga berada di bawahnya," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 25 Juni 2018 - 06:30 WIB

Kasus Danau Toba, Menhub dukung sanksi pidana

Event | 25 Juni 2018 - 06:19 WIB

Jepang imbangi Senegal 2-2

Event | 25 Juni 2018 - 06:07 WIB

Inggris pesta gol ganyang Panama

Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com