Minggu, 17 Desember 2017

UU Kampanye Plebisit Pernikahan Gay Larang Sebar Kebencian

Jumat, 11 Agustus 2017 17:23

(Courtesy: AustraliaPlus) Pendukung pernikahan sesama jenis di Gedung Parlemen Australia (Courtesy: AustraliaPlus) Pendukung pernikahan sesama jenis di Gedung Parlemen Australia
Ayo berbagi!

Parlemen Australia minggu depan tampaknya akan meloloskan undang-undang yang akan melarang materi kampanye bernada kebencian terkait rencana plebisit legalisasi pernikahan sesama jenis. Plebisit ini akan dilakukan lewat pos dan didahului kampanye masing-masing kubu yang pro dan kontra.

Pejabat sementara Menteri Urusan Pemerintahan Mathias Cormann mengatakan aturan itu juga sama dengan aturan yang diberlakukan bila ada pemilihan umum yang melarang kampanye bernada kebencian dan penyuapan.

Oposisi utama Partai Buruh, Partai Hijau dan beberapa senator independen serta partai kecil sudah menyampaikan kehawatiran mengenai adanya bahan-bahan bernada kebencian akan disebarkan selama kampanye.

Pemimpin Partai Buruh Bill Shorten mengatakan partainya akan bekerjasama untuk mendukung apa yang akan diusulkan oleh Senator Cormann.

"Kami pasti akan mempertimbangkannya," kata Shorten.

Senator Cormann mengatakan bahwa peraturan itu sudah tercakup sebenarnya bila Senat meloloskan aturan bagi plebisit yang wajib dan Komisi Pemilihan yang menyelenggarakan pemungutan suara.

Namun proses tersebut ditolak oleh Senat, dan pengumpulan pendapat sekarang akan dilakukan oleh Biro Pusat Statistik Australia (ABS).

Senator Cormann mempertahankan keputusan pemerintah tersebut dengan mengatakan bahwa pemungutan suara lewat pos ini sudah merupakan proses yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, dan usaha memastikan keabsahannya sudah dilakukan.

Reaksi Turnbull

Bill Shorten sebelumnya menyarankan agar dia dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull menulis surat bersama yang ditujukan kepada seluruh rakyat Australia. Isinya "menyatakan bahwa kami berdua mendukung kesamaan hak pernikahan, dan mendorong seluruh rakyat Australia untuk memilih ya (dalam plebisit)."

"Saya kira itu akan menjadi momen yang sangat sehat, tidak saja bagi pernikahan sesama jenis namun juga bagi politik Australia," kata Shorten.

Dalam reaksinya Turnbull mengatakan akan menjadi hal yang 'kontra produktif' menulis surat bersama dengan Shorten.

"Ini model Shorten bermain politik. Saya sudah mendukung pernikahan sesama jenis lebih lama dari dia." kata Turnbull kepada Radio 3AW.

Turnbull mengatakan dia akan mengatakan ya dalam pemungutan suara lewat pos dan melakukan hal yang sama bila RUU tersebut diajukan ke parlemen.

"Pada dasarnya adalah saya akan mengatakan kepada seluruh warga Australia bahwa saya mendukung "Yes" dan saya akan mendesak warga untuk mengatakan ya." katanya.

"Apakah saya akan menulis surat dengan Bill Shorten, saya akan mempertimbangkannya apakah ada gunanya."

"Ini malah mungkin akan kontra produktif."

Diterjemahkan pukul 12:35 AEST 11/8/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar