Minggu, 22 Juli 2018 | 02:19 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Amerika Serikat pastikan 2016 tahun terpanas dalam catatan sejarah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="Petani India di ladang kapas kering di sebelah timur Hyderabad pada tanggal 25 April 2016" src="http://c.files.bbci.co.uk/B9F9/production/_97290674_gettyimages-524092610.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Getty Images</footer> <figcaption>Pemanasan global memiliki dampak jangka panjang untuk petani di seluruh dunia</figcaption> </figure><p>Laporan yang disusun oleh badan pemerintah AS memastikan bahwa 2016 merupakan tahun terpanas yang tercatat dalam sejarah. Sebelumnya, 2014 dan 2015 sempat terekam sebagai tahun terpanas.</p><p>Hasil laporan Badan Nasional Atmosferik dan Kelautan Nasional (NOAA) menunjukkan bahwa panas tahun 2016 disebabkan pemanasan global jangka panjang dan fenomena cuaca El Nio. Dikatakan bahwa 2016 melampaui 2015 sebagai tahun terpanas dalam 137 tahun pencatatan.</p><p>&quot;Rekor terpanas tahun lalu adalah hasil dari gabungan pengaruh pemanasan global jangka panjang dan El Nio yang kuat di awal tahun. Indikator utama perubahan iklim terus mencerminkan tren yang konsisten dengan planet yang memanas,&quot; tulis laporan tersebut.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40116090">Cina dan Eropa abaikan Trump soal perubahan iklim</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40835839">Gelombang panas melanda Eropa, suhu tembus 44 derajat Celsius</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/indonesia-40141750">Usai AS mundur, seberapa berpengaruh Indonesia pada Kesepakatan Iklim?</a></li> </ul><p>Selama El Nio, air laut yang tidak biasanya hangat timbul di beberapa bagian Pasifik. Fenomena tersebut mempengaruhi iklim global, mengganggu pola cuaca.</p><p>Suhu permukaan darat dan laut dunia serta tingkat permukaan laut dan gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi, menurut laporan tersebut. </p><figure> <img alt="jokowi" src="http://c.files.bbci.co.uk/68EE/production/_96326862_gettyimages-489625050.jpg" height="549" width="976" /> <footer>AFP/Getty Images</footer> <figcaption>Presiden Joko Widodo berjalan menyusuri lahan yang dilalap api di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, September 2015 lalu. Sebagai salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi sebesar 29% pada 2030.</figcaption> </figure><p>Temuan NOAA mengemuka setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana agar Amerika Serikat keluar dari kesepakatan iklim Paris 2015.</p><p>Trump sebelumnya telah menyebut perubahan iklim sebagai &quot;hoax&quot;.</p><p>Laporan Kondisi Iklim pada tahun 2016, disusun oleh NOAA berdasarkan kumpulan penelitian hampir 500 ilmuwan dari lebih dari 60 negara.</p><p>Laporan tersebut mengatakan bahwa kadar karbon dioksida (CO2), metana dan nitro oksida - semua gas rumah kaca utama yang mendorong pemanasan global - telah meningkat ke ketinggian baru.</p><p>Konsentrasi CO2 atmosfer rata-rata tahunan global adalah 402,9 bagian per juta (ppm) yang melampaui 400 ppm untuk pertama kalinya dalam catatan pengukuran atmosfer modern dan dalam catatan inti es yang berasal dari 800.000 tahun lalu, kata NOAA.</p><p>&quot;Perubahan iklim adalah salah satu masalah yang paling mendesak yang dihadapi umat manusia dan kehidupan di Bumi,&quot; tambahnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 21 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menpora: Asian Games 2018 perekat persatuan bangsa

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 20:51 WIB

Saat ramai kampanye politik, Menkes kampanye jamu

Otomotif | 21 Juli 2018 - 20:35 WIB

Lebih dekat dengan motor kustom Gibran Rakabuming

Musibah | 21 Juli 2018 - 20:25 WIB

12 rumah rusak akibat gempa Sumbar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com