Kamis, 24 Agustus 2017

Pakar: Tiongkok Perlu Memperdalam Reformasi

Jumat, 11 Agustus 2017 22:00

Ayo berbagi!

Sejumlah pejabat keuangan dan sarjana kenamaan kemarin (10/8) di Beijing menyatakan, reformasi strukturisasi sisi suplai yang sedang diterapkan di Tiongkok secara efektif mendorong ekonomi berkembang secara sehat dan stabil, ke depan Tiongkok perlu memperdalam reformasi dan meningkatkan daya penggerak perkembangan.

Sampai pertengahan tahun ini, ekonomi Tiongkok terus mengalami pertumbuhan sehat dan stabil. Konsumsi penduduk dan industri jasa sudah menjadi daya penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi, Tiongkok terus menerapkan strategi "satu sabuk satu jalan", menyediakan contoh baru bagi globalisasi ekonomi dengan melalui "toleransi" sebagai gagasan perkembangan. Dalam forum musim panas sidang tahunan ekonom NetEase yang digelar kemarin, Wakil Menteri Keuangan Tiongkok Zhu Guangyao mengatakan, reformasi strukturisasi sisi suplai telah mendorong pertumbuhan stabil ekonomi Tiongkok.

Para sarjana berpendapat, ke depan Tiongkok perlu memperdalam reformasi dan meningkatkan daya penggerak perkembangan. Wakil Ketua Komisi Keuangan dan Ekonomi Kongres Rakyat Nasional (KRN) Yin Zhongqing berpendapat, untuk mendorong restruktur sisi suplai, Tiongkok perlu mengubah unsur-unsur keras yang memperhatikan kerja, kapital dan sumber ke unsur-unsur lunak yang memperhatikan tenaga kerja, iptek dan inovasi.

Yin Zhongqing menyatakan pula, proporsi kini industri properti Tiongkok dalam produk domestik bruto (PDB) sudah melampaui 6%, industri properti yang terlalu makmur telah menculik pemerintah daerah dan lembaga moneter, mengekang bahkan merugikan perkembangan ekonomi real. Ia menunjukkan, kini Tiongkok menghadapi problem terbesar ialah bagaimana mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi terhadap properti, agar pendapatan industri properti dan ekonomi real seimbang kembali.

Reformasi perusahaan milik negara merupakan reformasi penting. Pada paro pertama tahun ini, pendapatan dan laba perusahaan pusat memelihara pertumbuhan cepat pada dua digit. Ketua Dewan Supervisor Perusahaan Besar Titik Berat Milik Negara Ji Xiaonan berpendapat, Tiongkok perlu memelihara momentum pertumbuhan tersebut, adalah sangat penting untuk memperdalam reformasi perusahaan milik negara.

Wakil Direktur Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Cai Fang menyatakan, keuntungan yang dulu diperoleh berdasarkan populasi yang tumbuh cepat sedang lenyap. Ia berpendapat, sudah tiba saatnya untuk memperdalam reformasi atas sistem domisili.

Wakil Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara Wang Yiming berpendapat, ekonomi Tiongkok sudah beralih ke platform baru pertumbuhan dengan kecepatan tinggi dan menengah, laju pertumbuhan ekonomi cenderung stabil, tingkat fluktuasi menurun nyata. Wang Yiming berpendapat pula, hanyalah kualitas dan manfaat yang dapat menciptakan syarat bagi realisasi pertumbuhan berkelanjutan dengan kecepatan tinggi dan menengah.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar