Kamis, 19 Oktober 2017

Trump: Korut membuat "masalah besar" jika menembakkan rudal ke Guam

Sabtu, 12 Agustus 2017 13:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Donald Trump
Getty Images

Presiden AS Donald Trump mengatakan Korea Utara akan membuat "masalah besar" apabila menembakkan rudal ke wilayah Guam AS.

Walaupun demikian, saat berbicara di Bedminister, New Jersey, Trump berjanji bahwa wilayah Guam "sangat aman, percayalah".

Lebih lanjut Trump mengatakan AS dapat menjatuhkan sanksi lanjutan kepada Korea Utara, "sekuat yang mampu mereka lakukan".

Trump kemudian berbicara dengan Presiden Cina Xi Jinping, yang isinya menekankan perlunya resolusi damai dalam menyelesaikan masalah Korut, demikian laporan TV resmi Cina.

Guam
Reuters
Fasilitas militer AS di Guam meliputi pangkalan angkatan laut, pangkalan angkatan udara, dan sebuah rumahsakit.

Presiden Xi meminta "pihak-pihak terkait" agar menahan diri dan menghindari kata-kata dan tindakan yang akan memperburuk situasi yang makin tegang, seperti dilaporkan TV resmi negara itu.

Disebutkan pula, Xi Jinping menambahkan proses penghentian ujicoba nuklir oleh Korut merupakan kepentingan Cina dan AS.

"Semoga semuanya akan berjalan baik," kata Trump dengan nada yang terdengar optimis setelah sebelumnya terlibat adu retorika dengan pimpinan Korea Utara.

"Tidak ada yang menyukai solusi damai yang lebih baik ketimbang Presiden Trump. Itu yang dapat saya katakan kepada Anda."

Sebelumnya pada Jumat, Trump menggencarkan retorika dengan mengatakan militer AS sudah "'terkokang dan siap tembak" jika Korut tidak dapat menahan diri.

Guam
BBC

"Solusi militer sekarang sepenuhnya ada, tekokang dan siap tembak, seandainya Korea Utara bertindak tidak bijak. Mudah-mudahan Kim Jong-un akan menemukan jalan lain!" Demikian isi Twitternya.

Pernyataan itu disampaikan Trump ketika pemerintah Korea Utara menuduhnya "mengarahkan" Semenanjung Korea ke "jurang perang nuklir".

Korea Utara sudah mengumumkan rencana untuk meluncurkan rudal ke dekat Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik. Di pulau itu terdapat sekitar 6.000 prajurit AS.

guam
AFP/Getty
Pangkalan militer AS mencakup hampir seperempat wilayah pulau Guam.

Di tengah retorika yang semakin memanas antara kedua negara, sejumlah pemimpin dunia mengatakan retorika maupun serangan militer bukan solusi tepat.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia tidak memandang serangan militer sebagai pemecahan. Ditambahkannya bahwa peningkatan retorika adalah cara yang salah untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh serangkaian uji coba rudal dan nuklir oleh Korea Utara itu.

Pemerintah Rusia mengatakan sikap saling mengancam antara Washington dan Pyongyang "sangat mengkhawatirkan kami".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan risiko konflik militer "sangat tinggi".

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar