Sabtu, 19 Agustus 2017

Politikus Inggris anti-Islam diizinkan maju dalam pemilihan ketua partai sayap kanan

Sabtu, 12 Agustus 2017 14:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Seorang politikus yang dikenal anti-Islam telah diperbolehkan ikut dalam pemilihan ketua partai sayap kanan Inggris, UK Independence Party (UKIP).

Anne Marie Waters, mantan aktivis buruh dan pendiri kelompok penekan Sharia Watch (pemantau hukum Islam), sebelumnya pernah menyebut bahwa agama Islam adalah "jahat".

Tawaran kursi kepemimpinan kepada Anne Marie Waters ini telah membuat para pimpinan wilayah UKIP mengancam untuk mundur apabila dia diperbolehkan maju dalam pemilihan ketua partai.

Tetapi Komite Eksekutif Nasional UKIP, yang diberi wewenang untuk menentukan calon kandidat, telah membolehkannya untuk tetap maju dalam proses pemilihan.

Selain Anne Maire Waterr, kandidat lain yang akan menggantikan Ketua UKIP yang lama, Paul Nuttall -yang telah mundur setelah kinerja buruk UKIP dalam pemilihan umum Juni lalu- adalah antara lain Henry Bolton, David Coburn, Jane Collins, David Kurten, Marion Mason serta Aidan Powlesland.

Kertas suara akan dikirim ke anggota partai selama beberapa minggu ke depan dan pemimpin baru UKIP akan diumumkan pada konferensi tahunan partai itu di Torquay, 29-30 September 2017.

Bagaimanapun, tawaran kursi pemimpin kepada Waters didukung oleh mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris, Tommy Robinson, yang sebelumnya ditolak dalam pemilihan pimpinan UKIP.

Pro dan kontra

Sementara itu, James Carver, ketua pimpinan wilayah West Midlands UKIP, mengatakan dia "berharap dengan tulus" agar Waters gagal menjadi ketua UKIP. Namun dia menambahkan Waters harus dibolehkan untuk maju dalam pemilihan ketua partai kanan itu.

Nigel Farage
BBC
Mantan pemimpin UKIP Nigel Farage mengatakan kepada BBC bahwa "apabila UKIP berubah menjadi partai anti-Islam, maka kiprah partai itu berakhir".

Carver menjelaskan alasannya: "Cara dia berpikir, saya pikir salah... ada banyak warga Muslim Inggris di negara ini dan itu hal yang baik."

Mantan pemimpin partai tersebut, Paul Nuttall, sebelumnya mengatakan bahwa pandangan Waters membuatnya "tidak nyaman".

Dalam berbagai kesempatan, Waters meyakini bahwa pesan-pesan anti-Islamnya, termasuk larangan penggunaan burqa, penutupan semua dewan syariah, serta pembekuan sementara penerimaan migran, akan berdampak pada pemilih.

Dia berargumen UKIP dapat mendapatkan kembali dukungan apabila memiliki "keberanian" bersikap "jujur tentang Islam" dan menantang pandangan bahwa masyarakat "tidak melakukan apa-apa" dengan praktik kekerasan atas nama Jihad.

Pada bulan lalu, mantan pemimpin UKIP Nigel Farage mengatakan kepada BBC bahwa "apabila UKIP berubah menjadi partai anti-Islam, maka kiprah partai itu berakhir".

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar