Kamis, 19 Oktober 2017

Pertanian harus jadi fokus pembangunan di NTT

Sabtu, 12 Agustus 2017 19:56

Foto: Redaksi. Foto: Redaksi.
Ayo berbagi!

Hingga saat ini masih banyak potensi masyarakat NTT yang belum tergarap dengan baik. Salah satunya adalah di sektor pertanian. Demikian dikatakan fungsionaris DPD Partai Gerindra NTT, Bima Fanggidae.

Ia mengatakan bahwa masyarakat di Rote sendiri juga mayoritas adalah petani, sementara kebutuhan di sektor pertanian masih kurang terpenuhi dengan baik. Sehingga kondisi minimnya kebutuhan Air ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat sekitar.

"86% masyarakat adalah bercocok tanam, butuh air dan pupuk. Sementara iklimnya Rote ini terik, curah hujan minim, air sulit," kata Bima yang juga bakal calon bupati Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat berbincang-bincang di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (12/8).

Apalagi ditambahkan Bima, bahwa masyarakat juga sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dan sayangnya untuk mendapatkan air di sana, masyarakat harus membeli dengan harga yang tidak murah.

"Masyarakat harus beli air dengan rate harga Rp200 ribu per tangki. Padahal pendapatan mereka tidak sampai Rp300 ribu, kalau air saja Rp200 ribu, mereka makan apa," ujarnya.

Permasalahan air ini sangat disoroti oleh pria yang merupakan putra asli Rote itu. Ia ingin agar masyarakat bisa mudah mendapatkan air.

"Kami memiliki pemikiran untuk melakukan pengadaan air bersih. Bisa dilakukan dengan cara pengadaan sumur bor dan penyulingan air laut menjadi air tawar," pungkasnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar