Sabtu, 19 Agustus 2017

Dongkrak ekonomi Rote, budidaya lontar jadi unggulan

Sabtu, 12 Agustus 2017 20:59

Foto: Redaksi. Foto: Redaksi.
Ayo berbagi!

Fungsionaris DPD Partai Gerindra NTT yang juga bakal Calon Bupati Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Bima Fanggidae dan Wakilnya Ernest Pella mempunyai solusi jitu menggenjot Penerimaan Asli Daerah (PAD) dengan mengusung potensi lokal ciri khas tanaman budidaya lontar.

“Rote ini dikenal pulaunya sejuta pohon lontar. Bahkan lebih banyak pohon lontar daripada manusia di Rote,” kata Bima saat berbincang-bincang di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (12/8).

Menurut Bima, pohon lontar punya banyak produk turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bisa diolah menjadi kecap, gula semut yang amat untuk penderita diabetes, obat panas dalam, hingga alternatif bahan bakar pengganti bensin dan solar.

“Dari buah lontar ini bisa menghasilkan banyak produk turunan dan semuanya adalah ilmu turunan dari nenek moyang. Hanya masyarakat Rote yang bisa mengolahnya, di tempat lain tidak ada,” tutur dia.

Bima menjelaskan sayangnya potensi agrobisnis lontar ini belum dilirik dan difasilitasi oleh pemerintah daerah hingga saat ini. Padahal, dia mencontohkan ada satu desa di Rote yang setiap bulan pasti mendapat pesanan dari Bali 1 ton gula semut.

“Nilai jualnya tinggi dan kalau digarap marketnya secara serius bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat. Nah sayangnya karena ini kurang didukung pemda saat ini sehingga pemasarannya juga tidak berjalan dengan baik,” sesal dia.

Pengurus Gerindra ini berjanji jika terpilih akan mendobrak kebuntuan masyarakat dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal lewat pembangunan yang dimulai dari bawah.

Pasalnya, masyarakat Rote sampai saat ini masih belum tertangani dengan baik, sehingga potensi pendapatan besar dari sektor perindustrian yang seharusnya bisa diraih oleh masyarakat tidak terpenuhi.

Solusi yang ditawarkan Bima dan Ernest lewat program edukasi dan sosialisasi turun langsung ke masyarakat bawah. Terutama membuka akses peluang pasar agrobisnis lontar di level nasional hingga global.

“Bahkan saking kurang fahamnya masyarakat bagaimana menjadikan hasil bumi pulau Rote ini, daging buah lontar ini justru dijadikan makanan babi kalau di sana, sementara airnya mereka minum. Padahal dari daging buah lontar ini bisa jadi media mereka mendapatkan uang. Agar masyarakat itu tahu setelah panen bisa buang (memasarkan) kemana. Diberikan dukungan dan pengetahuan sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, artinya masyarakat juga bisa kenyang dari sini,” beber pengusaha rumput laut yang sudah menyentuh pasar ekspor itu.

Kepada wartawan, Bima menegaskan siap mensinergi kebijakan Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berorientasi berdikari nasional dimulai dari tingkat lokal dalam visi misinya membangun Rote

“Komitmen saya dengan pak wakil adalah, kami akan fokus di daerah, di desa. Kalau pemerintah Pak Jokowi adalah pembangunan dari daerah, ya bersinergi dengan kami . Karena kami akan fokus dari daerah dan desa sehingga PAD (pendapatan asli daerah) bisa meningkat,” tandas putra daerah asli Rote itu.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar