Sabtu, 19 Agustus 2017

Gubernur Virginia minta pendukung supremasi kulit putih 'pulang ke rumah'

Minggu, 13 Agustus 2017 10:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Virginia
AFP
Saksi mata mengatakan pelaku menabrakan mobil lebih dari sekali.

Seorang perempuan tewas dan 19 orang terluka ketika sebuah mobil menabrak kerumunan orang yang menolak aksi dari kelompok kanan di Kota Charlottesville, Virginia AS.

Tersangka pelaku yang mengemudikan mobil telah ditahan dan dikenai pasal pembunuhan tingkat dua. Pria berusia 20an tahun yang diidentifikasi sebagai James Fields dari Ohio, diduga mengemudikan mobil tersebut.

Gubernur Virginia, Terry McAuliffe, menyampaikan pesan pada orang yang mendukung supremasi kulit putih yang menyebabkan bentrokan di kota Charlottesville untuk "Pulang ke rumah".

Dalam keterangan pers, McAuliffe mengatakan "Saya memiliki sebuah pesan bagi pendukung supremasi kulit putih dan Nazi yang datang ke Charlottesville hari ini. Pesan kami jelas dan sederhana: Pulang ke rumah. Anda tidak diinginkan dalam persemakmuran yang besar ini. Memalukan. Anda berpura-pura bahwa Anda patriot, tetapi Anda hanya seorang patriot.

"Anda datang ke sini hari ini untuk melukai orang. Anda melukai orang. Tetapi pesan saya jelas :Kami lebih kuat dibandingkan Anda."

Gubernur, yang merupakan seorang Demokrat, mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Trump, dan dua kali mendesak dia untuk memulai gerakan untuk menyatukan masyarakat.

President Donald Trump mengecam peristiwa itu dengan menyebut "(peristiwa) itu merupakan hal paling mungkin tampilan yang mengerikan dari kebencian, kefanatikan dan kekerasan dari banyak sisi".

"Kebencian dan perpecahan harus diakhiri sekarang," kata dia kepada wartawan di New Jersey, "Kita harus bersama sebagai warga Amerika mencintai negara kita."

virginia
AFP
Satu orang meninggal dan belasan terluka setelah sebuah mobil menabrak kerumunan.

Neo-Nazi dan faksi dari Ku Klux Klan

McAuliffe berterima kasih pada polisi dan aparat penegak hukum, yang dia sebut telah mencegah kondisi yang lebih buruk, dan memuji layanan darurat yang membantu korban luka.

Sebelumnya peristiwa itu, perkelahian antara nasionalis kulit putih dengan pemrotesnya terjadi di jalanan kota tersebut. Departemen Polisi Charlottesville juga menyebutkan 15 orang lainnya terluka dalam peristiwa kekerasan lain yang berkaitan dengan pawai kelompok sayap kanan.

Pawai "Kanan Bersatu" dilakukan untuk memprotes rencana pemindahan sebuah patung Jenderal Robert E Lee, yang telah berjuang untuk Konfederasi pro-perbudakan selama masa Perang Sipil AS.

Kekerasan di Charlottesville menujukkan peningkatan perpecahan politik di AS yang terjadi sejak pemilihan presiden tahun lalu.

Virginia
Reuters
Pendukung kulit putih melakukan pawai obor di Universitas Virginia.

Blogger yang beraliran sayap Kanan Jason Kessler menyerukan untuk menggelar demonstasi "pro-kulit putih", dan nasionalis pendukung kulit putih mempromosikan pertemuan itu secara luas.

Oren Segal, Direktur Liga Anti-Penistaan Pusat Anti Ekstremisme, mengatakan sejumlah kelompok 'kekuatan kulit putih' mulai muncul - termasuk neo-Nazi dan faksi dari Ku Klux Klan.

Media AS New York Times melaporkan bahwa sebagian orang yang ikut pawai meneriakkan "Anda tidak akan menggantikan kita", dan "Yahudi tidak akan menggantikan kita."

Organisasi anti-rasisme seperti Black Lives Matter menggelar protes di lokasi tersebut.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar