Kamis, 19 Oktober 2017

Menikmati panorama candi dari Bukit Sekuter Dieng

Minggu, 13 Agustus 2017 11:19

Ayo berbagi!

Bukit Sekuter di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, tentu kalah pamor dibanding puncak-puncak populer di seantero kaldera Dieng, seperti Gunung Sikunir atau Gunung Prau, jika ingin melihat matahari terbit atau tenggelam dari ketinggian.

Akan tetapi, tidak ada salahnya mencoba menikmati bentang alam Dieng sembari merasakan dinginnya suhu udara di bawah 4 derajat Celsius dari puncak yang namanya mirip-mirip dengan jenis kendaraan bermotor roda dua tersebut. Apalagi, jika Anda adalah orang yang tidak yakin dengan stamina untuk mendaki bukit tinggi atau bahkan sebuah gunung.

Tidak butuh waktu lama untuk naik ke Bukit Sekuter dari kompleks Candi Arjuna selama kurang dari 25 menit dengan berjalan kaki santai menyusuri Jalan Raya Dieng dan belok ke Jalan Dwarawati. Telusuri Dwarawati sampai ujung maka beberapa saat kemudian akan dihadapkan pada tanjakan yang harus didaki.

Jika masih merasa keberatan untuk jalan kaki, bukit tersebut nyatanya sering dilewati kendaraan bermotor beroda dua jenis trail. Akan tetapi, sepertinya akan terlalu mudah naik ke puncak Sekuter jika menggunakan kendaraan bermotor.

Objek wisata tersebut juga terletak tidak jauh dari sejumlah penginapan swakelola masyarakat (homestay) di sekitar Candi Arjuna. Jadi, untuk menaiki Bukit Sekuter baiknya memang berjalan agar bisa sedikit merasakan sensasi melangkahkan kaki laksana para pendaki puluhan gunung.

Seorang warga Dieng yang juga pemilik "homestay" Kemangi Syariah, Zaidan Mursalin Daud, mengatakan bahwa Bukit Sekuter adalah salah satu puncak yang tergolong ringan untuk didaki yang menawarkan panorama yang indah.

Selain bukit tersebut, kata dia, terdapat puncak lain yang menawarkan pemandangan ciamik lanskap kaldera Dieng, seperti Gunung Pangonan, Gunung Sikunir, dan puncak-puncak lain di Dieng.

Saat Antara mencoba mendaki bukit tersebut sekitar pukul 04.00 WIB, tidak dibutuhkan upaya berlebih untuk menaiki Bukit Sekuter, terlebih jika biasa berjalan kaki. Terdapat dua tanjakan yang bisa jadi menguras stamina, yaitu saat mendekati loket penjualan tiket Bukit Sekuter dan jalan setapak menuju area utama puncak tersebut.

Jangan lupa untuk membawa senter untuk penerangan jalan jika memang menaiki Bukit Sekuter saat pagi buta. Trek hiking relatif mudah. Akan tetapi, tanpa penerangan cukup bisa jadi pengunjung bisa terjungkal karena tersandung atau menginjak tanaman penduduk yang didominasi tumbuhan kentang di kanan kiri sepanjang jalan setapak menuju puncak bukit.

Jika ada petugas loket yang berjaga, cukup membayar Rp5.000,00 untuk memasuki kawasan utama Bukit Sekuter. Petugas loket biasa berjaga jelang matahari terbit dan tenggelam karena memang dua momentum tersebut bukit yang dekat dengan perumahan warga itu ramai dikunjungi wisatawan.

Sesampainya di puncak, siap-siap saja anggota badan disapu angin dingin dan kabut dini hari di Dieng. Cuaca dingin sejatinya tidak akan menusuk tulang jika pengunjung mengenakan baju tebal berlapis secukupnya di suhu yang kurang dari 4 derajat Celsius saat musim kemarau seperti pada bulan Juli s.d. Agustus.

Terdapat beberapa tempat duduk yang pasti basah saat pagi karena terkena embun pagi. Jika ingin berleha-leha, pilihannya hanya berdiri atau menduduki kursi-kursi basah yang ada di beberapa titik puncak Bukit Sekuter.

Periode waktu saat kemarau memang cuaca lebih dingin daripada pada musim hujan. Akan tetapi, peluang cuaca cerah akan menghampiri sehingga dapat menikmati panorama Dataran Tinggi Dieng karena bentang alam kawasan jarang ditutupi awan tebal.

Pemandangan lanskap Bukit Sekuter tidak hanya menawarkan unsur matahari terbit atau tenggelam saja. Malahan, panorama dari puncak tersebut bervariasi mulai dari pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Pangonan, Gunung Pakuwaja, dan Gunung Prau.

Dari ketinggian Sekuter juga dapat dilihat panorama 'Negeri di Atas Awan" berlatar belakang perumahan penduduk, sejumlah kawah di Dieng, kompleks percandian Hindhu di Dieng, seperti Candi Arjuna, kompleks Candi Gatotkaca, dan Candi Bima.

Diburu Pengunjung Swafoto Bukit Sekuter yang menawarkan panorama bentang alam Dieng mulai diminati pengunjung dan direspons pengelola pariwisata. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya mendirikan spot untuk pencinta fotografi atau untuk pengunjung yang hendak melakukan swafoto dari titik tersebut.

Alif menyebutkan salah satu spot yang didirikan pada tahun 2017 adalah ornamen berbentuk hati. Pembuatan fasilitas itu dilakukan guna merespons salah satu perhelatan terakbar di Jawa Tengah, yaitu Festival Budaya Dieng [Dieng Culture Festival (DCF)] 2017. Saat ajang budaya itu digelar biasanya Dieng dibanjiri pengunjung dari berbagai tempat, bahkan dari luar negeri sehingga spot foto berbentuk "love" itu dibuat.

Dengan begitu, kata dia, promosi Dieng dengan salah satunya Bukit Sekuter dapat efektif dan nantinya diminati pengunjung pada hari selain saat festival budaya DCF.

Saat Antara mencoba mengabadikan foto ornamen "love" tersebut, tampak pengunjung secara bergantian berswafoto di titik tersebut. Beberapa dari pengunjung mengantre untuk mengambil gambar di tempat berlatar bentuk hati berikut panorama Dieng, terlebih bagi mereka yang berpasangan-pasangan atau sekadar ingin berfoto di spot tersebut.

Pemandu wisata Hendrawan Adi Purnomo mengatakan bahwa pada tahun 2016 spot "love" berdiameter sekitar 2 meter itu belum ada. Dia menyambut baik atas pendirian spot tersebut karena dapat menjadi daya tarik Bukit Sekuter bagi para wisatawan yang mengikuti tur wisata yang dikelolanya.

Ketika berbincang, Hendra mengatakan bahwa pada gelaran DCF 2017 dia membawa rombongan wisatawan ke Bukit Sekuter untuk memfasilitasi pengunjung Dieng yang tidak ingin terlalu lelah mendaki tetapi bisa melihat bentang alam Dieng.

Apabila pengunjung telah lelah melihat panorama, di Bukit Sekuter juga terdapat tempat istirahat gazebo. Di situ terdapat penjual yang menyediakan makanan dan minuman, terutama kopi.

Beberapa langkah dari gazebo, terdapat menara setinggi sekitar 5 meter yang juga bisa digunakan para pencinta fotografi untuk mengabadikan lanskap Dieng tanpa ada unsur "noise" pengunjung masuk dalam "frame" fotonya. Bagi para pengunjung yang menyukai swafoto juga dapat menggunakan titik tersebut. Pengunjung yang ingin menaiki spot tinggi itu harus mengantre karena puncak menara bambu tersebut memiliki kapasitas sekitar lima s.d. tujuh orang dewasa.

Bukit Sekuter belakangan juga tidak hanya dinikmati saat prosesi matahari terbit dan terbenam. Sejumlah pencinta fotografi malam juga kerap datang ke Bukit Sekuter untuk mengabadikan foto Galaksi Bima Sakti (Milky Way). Daerah tersebut tidak terlalu banyak mengalami polusi cahaya seperti di perkotaan sehingga gugusan Bima Sakti dapat diabadikan asal dilakukan pada waktu yang tepat.

Bukit Sekuter hanya sedikit objek wisata di Dieng karena masih banyak kawasan yang bisa dikunjungi wisatawan. Rasanya tidak cukup sehari untuk mendatangi banyak objek wisata Dieng.

Dieng memiliki sejumlah tempat wisata yang dapat dikunjungi seperti wisata melihat matarahari terbit (sunrise) di Bukit Sekuter, Bukit Pangonan dan Gunung Prau. Selain itu, terdapat juga Museum Kailasa, Telaga Lumut, Kawah Sikidang, Telaga Siterus, Kawah Siterus, Dieng Theater, Candi Dwarawati, pemandangan Petak 9, dan pemandangan Batu Ratapan Angin.

Tidak ketinggalan, Dieng juga memiliki Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca, Candi Bima, Telaga Warna, Gua Semar, Telaga Pengilon, dan lainnya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar