Minggu, 22 Juli 2018 | 02:03 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Menkes minta semua pihak kembangkan 'stem cell'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta semua pihak baik akademisi dan perusahaan bersama-sama turut mengembangkan "stem cell" di Indonesia.</p><p>"Akademisi, bisnis dan pemerintah harus sama-sama. Riset mereka (peneliti) harus dibiayai perusahaan. Peneliti yang gak punya modal, hanya akan disimpan di bawah laci dan tak bisa memberikan produk. Itu pentingnya kerja sama dengan bisnis," kata Nila Moeloek usai acara "National Symposium &amp; Workshop Stem Cell" di Surabaya, Jatim, Minggu (13/8).</p><p>Kerja sama pengembangan stem cell, kata Nila, sangat penting bagi perkembangan dunia medis di Indonesia. Nila mengatakan saat ini pihaknya menetapkan dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) di Jakarta dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya sebagai tempat pengembangan stem cell.</p><p>Selain itu, pihaknya telah mengatur standar operasional prosedur (SOP) untuk stem cell.</p><p>"Di Soetomo stem cell tak hanya diabet. Kenapa RSCM dan Soetomo, karena mereka punya pakar dan penelitian yang dilakukan mulai dari fase pertama. Mereka yang membimbing ke rumah sakit pendidikan," tutur dia.</p><p>Senada dengan Menkes, Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof M Nasih kesulitan untuk mengembangkan stem cell karena sulitnya mencari pemodal untuk membiayai.</p><p>"Stem cell ini kalau benar-benar terbukti dan digunakan secara massal pasti ada banyak obat yang tergerus yang tidak lagi digunakan dan akan merugikan mereka yang punya bisnis. Itulah mengapa mereka punya banyak cara agar penelitian dan pengembangan kita tidak sampai 'finish'," ungkap Nasih.</p><p>Di Amerika, lanjut dia, sudah ada kesepakatan untuk tidak mengembangkan stem cell terlebih dahulu. Hal tersebut harus menjadi konsen di luar dari aspek medis. "Politik internasional termasuk politik kesehatan internasional harus menjadi perhatian semua pihak," ujarnya.</p><p>Dekan Fakultas Kedokteran Unair Porf Dr Soetojo mengatakan, pengobatan stem cell di RSUD Dr Soetomo sudah berlangsung lama. Selain itu, penelitian stem cell di Unair sudah banyak dilakukan, terutama S-3.</p><p>Dia mengatakan SOP yang ada di Soetomo terkait stem cell sudah sesuai dengan kaidah nasional yang diatur oleh Kemenkes.</p><p>"Semuanya sudah mencukupi di Soetomo. SDM lengkap, peneliti banyak dan alat memadai. Kita sudah melakukan stem cell diabetes, jantung, tulang dan kelainan darah. Ada banyak kasus. Mahasiswa mulai tahun 2001 sudah mulai melakukan penelitian," tuturnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 21 Juli 2018 - 21:47 WIB

Menpora: Asian Games 2018 perekat persatuan bangsa

Aktual Dalam Negeri | 21 Juli 2018 - 20:51 WIB

Saat ramai kampanye politik, Menkes kampanye jamu

Otomotif | 21 Juli 2018 - 20:35 WIB

Lebih dekat dengan motor kustom Gibran Rakabuming

Musibah | 21 Juli 2018 - 20:25 WIB

12 rumah rusak akibat gempa Sumbar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com