Selasa, 19 Juni 2018 | 21:35 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Profesor Australia Disidang Karena Rekam Mahasiswanya di Kamar Mandi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Profesor Michael Lawes bisa menghadapi hukuman 2 tahun penjara karena mereka mahasiswa secara diam-diam.
(Courtesy: AustraliaPlus) Profesor Michael Lawes bisa menghadapi hukuman 2 tahun penjara karena mereka mahasiswa secara diam-diam.
<p>Seorang mantan profesor di Universitas Charles Darwin, Wilayah Utara Australia (NT), telah mengaku bersalah karena diam-diam merekam salah satu muridnya sedang telanjang di kamar mandi.</p><p>Pada hari Jumat (11/8/2017), Michael John Lawes, 54 tahun, hadir di Pengadilan Tinggi Darwin, dengan tuduhan pemasangan, penggunaan dan pemeliharaan perangkat pengawasan optik.</p><p>Pengadilan mengungkap, sang korban perempuan berusia 28 tahun -yang berasal dari negara bagian lain -itu telah tinggal di flat Lawes saat melakukan penelitian di Darwin pada bulan Februari.</p><p>Perempuan itu sedang mandi saat ia melihat ada kamera kecil yang tersembunyi di dalam alarm asap.</p><p>Ia melapor kepada polisi dan Lawes kemudian ditangkap.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ia (Lawes) menggunakan tipu daya untuk memancingnya ke situasi yang rentan,&quot; kata jaksa Tiarni McNamee kepada Hakim Greg Macdonald di pengadilan.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>McNamee mengatakan bahwa pelanggaran tersebut menyangkut kepuasan diri dan bernada seksual.</p><p>Ia menjelaskan bahwa tindakan itu adalah pelanggaran kepercayaan antara guru dan mahasiswa: "Ini adalah pelanggaran yang signifikan terhadap privasinya. Pada saat itu, ia rentan dalam kondisi menanggalkan pakaian."</p><h3><strong>Hanya berhenti merekam setelah tertangkap</strong></h3><p>McNamee mengungkap, laporan itu bukan satu-satunya kesempatan di mana Lawes memfilmkan perempuan itu, dan bahwa ia hanya berhenti karena sang korban telah menemukan perangkat tersembunyi itu.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Kejadian itu memiliki efek signifikan pada korban secara emosional, fisik dan profesional,&quot; kata McNamee.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Lawes, seorang profesor ilmu pengetahuan satwa liar, bisa menghadapi hukuman maksimal dua tahun di penjara, atau denda senilai $ 38.000 (atau setara Rp 380 juta).</p><p>Pengacara Lawes, yakni Jodi Truman, menerima bahwa pelanggaran itu adalah masalah serius yang membuat korban merasa "sangat dipermalukan, dilanggar dan tertekan".</p><h3><strong>Ketidakseimbangan hormon disalahkan</strong></h3><p>Tapi Truman mendesak Hakim Macdonald untuk mempertimbangkan kondisi Lawes yang "bingung" dan "irasional" pada saat sang Hakim menjatuhkan putusan.</p><p>Ia mengatakan kepada pengadilan bahwa si klien terpengaruh oleh masalah kesehatan mental dan ketidakseimbangan hormon saat ia melakukan "kesalahan yang sangat serius" itu.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Ini adalah penyimpangan terhadap karakternya yang biasanya teladan.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Truman mengatakan, kamera yang digunakan dalam pelanggaran tersebut awalnya dibeli untuk merekam possum di atap propertinya.</p><p>Ia menyebut bahwa Lawes telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Universitas Charles Darwin dan bahwa reputasi profesionalnya telah hancur.</p><p>Lawes akan dijatuhi hukuman pada hari Selasa minggu depan.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-08-11/darwin-prof-michael-lawes-pleads-guilty-over-secret-shower-video/8798626" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p><p>Diterbitkan: 15:20 WIB 11/08/2017 oleh Nurina Savitri.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Aplikasi | 19 Juni 2018 - 20:39 WIB

YouTube Music dan YouTube premium telah resmi dirilis

Megapolitan | 19 Juni 2018 - 20:28 WIB

Jokowi berikan jaket olahraga ke pengunjung KRB

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 19:48 WIB

Sistem buka-tutup diberlakukan di Jalur Nagreg

Arestasi | 19 Juni 2018 - 19:37 WIB

Polres Sukabumi tangkap tiga pelaku pembunuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com