Senin, 10 Desember 2018 | 08:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Sidang Tahunan MPR

Presiden: Jadikan sejarah fondasi bangsa Indonesia menatap masa depan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo mengatakan sejarah harus menjadi fondasi bagi bangsa Indonesia untuk menatap masa depan dan meraih cita-cita kemerdekaan.</p><p>"Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerja sama, mampu untuk kerja bersama," kata Presiden dalam pidato di depan Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Rabu (16/8).</p><p>Presiden menjelaskan modal persatuan Indonesia yang kokoh tersebut harus terus jaga, dirawat, diperkuat, serta harus menjadi pijakan bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya, yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan.</p><p>Janji kemerdekaan, ujarnya, untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.</p><p>Ke depan, menurut Presiden, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam mengarungi samudera globalisasi, dinamika perubahan yang sangat cepat, dan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif.</p><p>"Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar. Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung," kata Presiden.</p><p>Presiden dalam kesempatan tersebut juga mengatakan lembaga-lembaga negara dalam semangat persatuan Indonesia, dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru saling memperkuat dalam memenuhi amanah rakyat.</p><p>Dalam semangat persatuan itu, lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi, dan saling melengkapi.</p><p>"Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jati diri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam bernegara," katanya.</p><p>Untuk itu, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, sinergi, dan kerja sama yang baik selama ini. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 06:56 WIB

Kapolri: Tunjangan kinerja Polri jadi 70 persen

<p>Presiden Joko Widodo mengatakan sejarah harus menjadi fondasi bagi bangsa Indonesia untuk menatap masa depan dan meraih cita-cita kemerdekaan.</p><p>"Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerja sama, mampu untuk kerja bersama," kata Presiden dalam pidato di depan Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Rabu (16/8).</p><p>Presiden menjelaskan modal persatuan Indonesia yang kokoh tersebut harus terus jaga, dirawat, diperkuat, serta harus menjadi pijakan bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya, yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan.</p><p>Janji kemerdekaan, ujarnya, untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.</p><p>Ke depan, menurut Presiden, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam mengarungi samudera globalisasi, dinamika perubahan yang sangat cepat, dan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif.</p><p>"Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar. Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung," kata Presiden.</p><p>Presiden dalam kesempatan tersebut juga mengatakan lembaga-lembaga negara dalam semangat persatuan Indonesia, dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru saling memperkuat dalam memenuhi amanah rakyat.</p><p>Dalam semangat persatuan itu, lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi, dan saling melengkapi.</p><p>"Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jati diri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam bernegara," katanya.</p><p>Untuk itu, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, sinergi, dan kerja sama yang baik selama ini. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com