Sabtu, 22 September 2018 | 01:36 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

/

Sidang Tahunan MPR

Presiden: Jadikan sejarah fondasi bangsa Indonesia menatap masa depan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Presiden Joko Widodo mengatakan sejarah harus menjadi fondasi bagi bangsa Indonesia untuk menatap masa depan dan meraih cita-cita kemerdekaan.</p><p>"Kita harus menjadikan sejarah sebagai fondasi untuk menatap masa depan. Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerja sama, mampu untuk kerja bersama," kata Presiden dalam pidato di depan Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Rabu (16/8).</p><p>Presiden menjelaskan modal persatuan Indonesia yang kokoh tersebut harus terus jaga, dirawat, diperkuat, serta harus menjadi pijakan bersama dalam menghadapi ujian sejarah berikutnya, yaitu memenuhi janji-janji kemerdekaan.</p><p>Janji kemerdekaan, ujarnya, untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.</p><p>Ke depan, menurut Presiden, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam mengarungi samudera globalisasi, dinamika perubahan yang sangat cepat, dan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif.</p><p>"Tapi, saya yakin dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar. Bangsa kita adalah bangsa yang teruji. Bangsa kita adalah bangsa petarung," kata Presiden.</p><p>Presiden dalam kesempatan tersebut juga mengatakan lembaga-lembaga negara dalam semangat persatuan Indonesia, dengan kekompakan, dengan sinergi, dengan kerja bersama itu, tidak akan memperlemah tugas dan tanggung jawab konstitusional yang dijalankan oleh setiap lembaga negara, tetapi justru saling memperkuat dalam memenuhi amanah rakyat.</p><p>Dalam semangat persatuan itu, lembaga negara justru bisa bekerja dengan lebih baik, bila saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi, dan saling melengkapi.</p><p>"Tidak ada satu lembaga negarapun yang memiliki kekuasaan absolut, memiliki kekuasaan yang lebih besar dari lembaga negara yang lain. Inilah jati diri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita dalam bernegara," katanya.</p><p>Untuk itu, Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara, atas kekompakan, sinergi, dan kerja sama yang baik selama ini. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 22 September 2018 - 00:01 WIB

Merpati Nusantara Airlines pecah ban di Bali

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 22:07 WIB

Relawan Buruh Sahabat Jokowi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Kriminalitas | 21 September 2018 - 21:33 WIB

Polisi amankan 12 pelaku curanmor di Bojonegoro

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 21:25 WIB

Tolak kekerasan di Bengkulu, HMI geruduk DPRD Malang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com