Kamis, 20 September 2018 | 22:35 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Anang Hermansyah: Kemerdekaan belum dirasakan pelaku ekonomi kreatif

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Effendi Murdiono
Foto: Effendi Murdiono
<p>Peringatan HUT RI ke-72 harus dirasakan semua eleman masyarakat Indonesia. Komitmen pemerintahan Presiden Jokowi terhadap ekonomi kreatif harus dikonkretkan untuk memerdekakan pelaku kreatif di Indonesia.</p><p>DPR RI, Anang Hermansyah kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Kamis (17/8) mengatakan, peringatan Kemerdekaan ke-72 RI harus dikontekstualisasikan dalam kehidupan kekinian. Sektor ekonomi kreatif yang digadang-gadang sebagai tulang punggug baru ekonomi di Indonesia belum menunjukkan greget yang signifikan.</p><p>"Tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi, ada ikhtiar kuat untuk memajukan sektor ekonomi kreatif, tapi sayangnya terkendala oleh birokrasi di bawahnya, maka dapat saya katakan, sektor ekonomi kreatif belum sepenuhnya merdeka," ujarnya.</p><p>Anang mencontohkan sektor musik di Indonesia yang hingga saat ini masih berkutat di persoalan hak cipta, pembajakan hingga implentasi UU No 28/2014 tentang hak cipta yang masih terkendala di lapangan.</p><p>"Bagaimana kita bicara soal kemerdekaan bagi pelaku industri musik, bila pembajakan masih mudah dijumpai, sistem pembayaran royalti masih bermasalah, termasuk instrumen Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang nyatanya hampir tiga tahun berjalan belum efektif di lapangan," tukasnya.</p><p>LMK sebagai badan yang mengurus masalah royalti bagi pekerja musik, namun dalam kenyataannya belum berfungsi dengan baik. Ia berharap, LMKN dan LMK dapat bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p><p>Anang menguraikan komitmen Presiden Joko Widodo melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan sebagaimana disampaikan dalam pidato sidang tahunan MPR, semestinya diwujudkan dengan salah satunya mendorong sektor ekonomi kreatif lebih nyata.</p><p>"Kementerian dan lembaga semestinya bisa menerjemahkan visi misi Presiden di bidang ekonomi kreatif. Kewenangan yang dimiliki kmenterian dan lembaga harus digunakan dengan semaksimal mungkin, bukan justru hanya sekadar menjadi event organizer," tandasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 21:40 WIB

Langkat raih 3 kategori dalam lomba desa percontohan se-Sumut

Pemilihan Presiden 2019 | 20 September 2018 - 21:29 WIB

Beberapa tokoh GNPF Ulama masuk timses Prabowo-Sandiaga

Aktual Olahraga | 20 September 2018 - 21:12 WIB

Langkat tuan rumah sepeda nusantara 2018

Aktual Dalam Negeri | 20 September 2018 - 20:44 WIB

Aplikasi E-Babinsa sangat membantu tingkatkan pelayanan kepada masyarakat

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com