Jumat, 22 Juni 2018 | 10:24 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Anang Hermansyah: Kemerdekaan belum dirasakan pelaku ekonomi kreatif

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Effendi Murdiono
Foto: Effendi Murdiono
<p>Peringatan HUT RI ke-72 harus dirasakan semua eleman masyarakat Indonesia. Komitmen pemerintahan Presiden Jokowi terhadap ekonomi kreatif harus dikonkretkan untuk memerdekakan pelaku kreatif di Indonesia.</p><p>DPR RI, Anang Hermansyah kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Kamis (17/8) mengatakan, peringatan Kemerdekaan ke-72 RI harus dikontekstualisasikan dalam kehidupan kekinian. Sektor ekonomi kreatif yang digadang-gadang sebagai tulang punggug baru ekonomi di Indonesia belum menunjukkan greget yang signifikan.</p><p>"Tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi, ada ikhtiar kuat untuk memajukan sektor ekonomi kreatif, tapi sayangnya terkendala oleh birokrasi di bawahnya, maka dapat saya katakan, sektor ekonomi kreatif belum sepenuhnya merdeka," ujarnya.</p><p>Anang mencontohkan sektor musik di Indonesia yang hingga saat ini masih berkutat di persoalan hak cipta, pembajakan hingga implentasi UU No 28/2014 tentang hak cipta yang masih terkendala di lapangan.</p><p>"Bagaimana kita bicara soal kemerdekaan bagi pelaku industri musik, bila pembajakan masih mudah dijumpai, sistem pembayaran royalti masih bermasalah, termasuk instrumen Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang nyatanya hampir tiga tahun berjalan belum efektif di lapangan," tukasnya.</p><p>LMK sebagai badan yang mengurus masalah royalti bagi pekerja musik, namun dalam kenyataannya belum berfungsi dengan baik. Ia berharap, LMKN dan LMK dapat bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.</p><p>Anang menguraikan komitmen Presiden Joko Widodo melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan sebagaimana disampaikan dalam pidato sidang tahunan MPR, semestinya diwujudkan dengan salah satunya mendorong sektor ekonomi kreatif lebih nyata.</p><p>"Kementerian dan lembaga semestinya bisa menerjemahkan visi misi Presiden di bidang ekonomi kreatif. Kewenangan yang dimiliki kmenterian dan lembaga harus digunakan dengan semaksimal mungkin, bukan justru hanya sekadar menjadi event organizer," tandasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 22 Juni 2018 - 09:42 WIB

`Sniper` amankan sidang vonis Aman Abdurrahman 

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:30 WIB

Koper calon haji akan diberi tanda warna berbeda

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:19 WIB

Arus balik diprediksi kembali meningkat akhir pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 09:07 WIB

Heboh rupiah berstempel, ini yang akan dilakukan BI

Megapolitan | 22 Juni 2018 - 08:25 WIB

Waspada hujan lebat guyur Jakarta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com