Kamis, 21 Juni 2018 | 17:36 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Ratusan pelajar di Kudus ikuti sosialisasi faham radikal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto Kontributor Elshinta, Sutini
Foto Kontributor Elshinta, Sutini
<p>Ratusan perwakilan pelajar dari SMA/SMK se Kabupaten Kudus, Jawa Tengah serta anggota Paskibra Kabupaten Kudus Tahun 2017 mengikuti kegiatan Peningkatan Optimalisasi Peran Pelajar Dalam Rangka Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Keamanan atau faham Radikal, yang berlangsung di Aula Balai Desa Rendeng Kota Kudus, Selasa (22/8).&nbsp;Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Kantor Kesbangpol, Disdikpora serta Polres Kudus.&nbsp;</p><p>Eko Hari Jatmiko, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus sebagai salah satu nara sumber mengatakan generasi muda sangat rentan menjadi sasaran pengaruh paham-paham radikal yang dapat merongrong keutuhan bangsa. Sehingga perlu dibentengi dengan pengetahuan terkait paham-paham tersebut, seperti dilaporkan&nbsp;<i>Kontributor Elshinta, Sutini.</i></p><p>Dikatakan Eko, pemilihan Pancasila dan NKRI oleh para pendiri bangsa bukan tanpa alasan. Dimana pemilihan tersebut telah sesuai dengan syariat agama karena dipilih berdasar ijtima’ para tokoh dan ulama pendiri bangsa waktu itu. "Jadi tidak ada keragu-raguan ataupun keinginan untuk menggantinya dengan yang lain," kata Eko.&nbsp;</p><p>Senada Ipda Subekhan Nara sumber dari Polres Kudus menambahkan ada banyak bentuk ancaman terhadap ideologi negara, diantaranya adalah faham radikal dan aksi terorisme.</p><p>Subekhan menjelaskan tentang pengertian radikalisme dan ciri-ciri dari faham radikal agar para pelajar memahami sehingga tidak mudah terpengaruh.</p><p>Disampaikannya, ada beberapa upaya deteksi dini yang dapat dilakukan sebagai antisipasi terhadap penyebaran faham radikal khususnya bagi pelajar.</p><p>Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat membentengi pelajar dari pengaruh faham radikal, serta akan dapat ditularkan ke pelajar lainnya melalui organisasi atau kegiatan sekolah. "Terlebih yang hadir adalah anggota Paskibra dan Pengurus OSIS di masing-masing sekolah," tandas Subekhan. &nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 17:34 WIB

Darmin: Rupiah terdampak penyesuaian bunga The Fed

Aktual Luar Negeri | 21 Juni 2018 - 17:22 WIB

Dewan Keamanan Eropa desak Rusia bebaskan sutradara asal Ukraina

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 17:07 WIB

Volume sampah di Jakarta menurun selama Lebaran

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:57 WIB

Presiden: Tidak ada intervensi SP3 Rizieq

Hukum | 21 Juni 2018 - 16:44 WIB

Anggota DPR dilaporkan atas tuduhan pengeroyokan

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 16:35 WIB

Pemudik minta jalur khusus balita di Bakauheni

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com