Sabtu, 18 November 2017

Kiat menghemat bujet pesta pernikahan

Minggu, 27 Agustus 2017 11:24

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)
Ayo berbagi!

Sebagian orang tidak segan menggelontorkan uang demi menggelar pesta pernikahan yang dianggap sebagai momen berharga sekali seumur hidup.  

Tak masalah bila bujet yang dimiliki memang tak terbatas. Namun bagaimana dengan mereka yang harus bekerja keras membanting tulang mengumpulkan modal pesta?

Berikut ini kiat-kita untuk menghemat bujet pesta pernikahan.

1. Manfaatkan jejaring pertemanan

Manfaatkan koneksi yang bisa membantu Anda menyelenggarakan pesta sesuai impian dengan harga yang lebih miring. 

Coba ingat-ingat siapa kawan yang berprofesi sebagai fotografer, videografer hingga make up artist yang mau memberikan jasa dengan "diskon teman". Anda pun takkan canggung bila ingin meminta penyesuaian ini itu bila meminta jasa teman.

"Tapi kalau dia ada salah, mau komentar jadi enggak enak apalagi udah harga teman," Peggy Putri yang berpengalaman jadi wedding organizer selama 13 tahun dalam workshop "Pesta Nikah Surplus" di Jakarta, Sabtu (27/8).

2. Datang ke pameran yang tepat

Ada pameran pernikahan yang menghadirkan vendor dengan biaya super mahal, ada pula yang lebih cocok di kantong bagi kelas menengah. 

Datangi pameran pernikahan yang vendor-vendornya menawarkan biaya sesuai dengan bujet yang sudah ditentukan. Bila tidak, Anda bisa tergiur untuk memilih yang lebih wah sehingga modalnya membengkak.

"Jangan terlalu banyak baca di forum, baca saja yang (biayanya) setia sama bujet," saran Peggy.

Ketika sudah menemukan vendor yang oke dengan harga yang pas di kantong, pasang kacamata kuda dan tak perlu mencari pilihan lain yang lebih bagus karena belum tentu ada lagi yang cocok dengan bujet Anda.

3. Jangan buat yang murah jadi mahal

Berhematlah di pos pengeluaran yang dananya bisa ditekan, misalnya undangan. Tidak perlu membuat undangan yang terlalu mahal karena pada akhirnya akan berujung di tong sampah. 

Ketimbang membuat undangan yang mahal, alokasikan dana ke pos yang lebih penting seperti katering dan venue.

4. Menghilangkan yang tidak penting

Di era kejayaan media sosial, bujet fotografi untuk pernikahan menjadi meningkat. Menurut Peggy, rata-rata pasangan menghabiskan 15 persen dana total untuk foto.

Orang berlomba-lomba menyewa jasa fotografer terbaik agar bisa memamerkan betapa kerennya pernikahan mereka di Instagram. Biaya tentu akan bertambah bila pasangan juga ingin melakukan sesi foto pre-wedding.

Jika bujet terlalu mepet, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk mencoret ini dari daftar pengeluaran atau mengakalinya dengan berfoto di tempat yang murah meriah. 

Tak perlu jauh-jauh terbang ke luar kota atau luar negeri untuk menghasilkan foto indah demi mengundang decak kagum dari orang-orang di pesta pernikahan.

5. Teliti memilih paket pernikahan

Bagi pasangan yang malas repot, paket pernikahan yang sudah mencakup segala hal dari venue hingga make up rasanya jadi solusi terbaik. Namun bila tidak teliti Anda bisa jadi malah berpotensi mengeluarkan uang lebih banyak.

Peggy menyarankan untuk membaca baik-baik apa saja yang ditawarkan dari paket itu. Biasanya, ada hal yang luput dari perhatian, misalnya pilihan gaun yang terbatas atau jumlah foto yang dicetak hanya sedikit.

Jangan sampai ketika sudah terlanjur memilih dan membayar paket, Anda baru menyadari gaunnya tidak sesuai selera atau jumlah foto yang dicetak ternyata kurang banyak sehingga biayanya jadi meroket untuk mengganti model gaun dan menambah jumlah foto yang dicetak.

Satu tips dari Peggy, mintalah file mentah dari foto-foto perkawinan pada fotografer sehingga Anda bisa mencetaknya di tempat lain dengan harga yang lebih murah. 

"Jika tidak bertahan pada paket dasar, ujungnya bisa jadi lebih mahal karena tergoda menambah ini dan itu."

6. Mengatur katering

Sebuah pesta pernikahan mewah biasanya menyediakan banyak gubuk-gubuk makanan dengan ragam hidangan lezat. 

Sebenarnya Anda bisa memberi kesan seperti itu dengan dana terbatas asalkan mau memutar otak.

Sebuah paket katering biasanya terdiri dari nasi, lauk pauk, dan makanan tambahan seperti lasagna dan salad. 

Peggy mengatakan ada beberapa jenis makanan dari prasamanan yang bisa dipisahkan menjadi stall sehingga varian makanan di gubuk terkesan lebih banyak.

"Setiap paket prasmanan biasanya menyediakan menu tambahan seperti lasagna, itu jangan digabung dengan buffet tapi jadikan stall sendiri," katanya.

"Begitu juga dengan sup dan salad bar yang jadi bagian dari buffet, pisahkan penyajiannya, buat stall berbeda."

Dengan cara itu, Anda bisa mendapat tiga menu tambahan untuk stall tanpa mengeluarkan uang tambahan karena makanan itu sebenarnya sudah satu paket dengan katering yang dipesan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar