Selasa, 26 September 2017

Hutan bakau di Ternate jadi eko wisata

Minggu, 27 Agustus 2017 13:55

Ilustrasi. Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaman Rakyat akan menata hutan bakau di daerah kumuh Mangga Dua Timur, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), yang selama ini terlihat dipenuhi sampah menjadi kawasan eko wisata.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Ternate Rizal Marsaoly di Ternate, Minggu mengatakan penataan hutan bakau di daerah kumuh Mangga Dua Timur menjadi kawasan eko wisata itu, akan dilakukan bersamaan dengan penataan permukiman warga di wilayah sekitarnya.

Penataan tersebut akan ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui satker Penataan Kawasan dan Pembangunan Perumahan (PKPP) Malut pada tahun 2018 dengan alokasi anggaran sebesar Rp11 miliar lebih.

"Pemkot Ternate sangat mendukung penataan hutan bakau di daerah kumuh Mangga Dua Timur tersebut menjadi kawasan eko wisata, karena selain akan memperkaya objek wisata di Ternate, juga akan mendukung program perluasan kawasan terbuka hijau di daerah ini," katanya.

Kawasan hutan bakau itu nantinya akan dimanfaatkan pula untuk tempat pelestarian berbagai jenis bakau di Ternate, yang belakangan ini terancam puna akibat pengalihan fungsi hutan bakau menjadi lokasi permukiman warga atau kepentingan lainnya.

Rizal Marsaoly mengatakan, khusus penataan rumah warga di daerah kumuh Mangga Dua Timur tersebut sesuai hasil konsultasi dengan pihak satker PKPP Malut, akan tetap disesuaikan dengan karakteristik rumah warga, untuk rumah panggung misalnya tetap akan dipertahankan seperti itu.

Sedangkan untuk penataan lingkungan di daerah kumuh itu, akan difokuskan pada penataan jalan, saluran drainase, fasilitas air bersih, tempat pembuangan sampah dan berbagai fasilitas lainnya yang akan mengubah wajah daerah itu dari daerah kumuh menjadi kawasan permukiman yang tertata rapi, sehat dan indah.

"Di Ternate masih banyak kawasan kumuh permukiman warga yang tersebar di 17 Kelurahan, tetapi semuanya ditargetkan sudah tertangai paling lambat tahun 2021, di antaranya melalui program penataan kawasan kumuh dari Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya menambahkan. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar