Selasa, 26 September 2017

Kenali tanda awal kelelahan sebelum hubungan Anda rusak

Kamis, 31 Agustus 2017 19:04

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)
Ayo berbagi!

Kelelahan akibat stres yang berlebihan dan keletihan kronis yang terjadi dalam jangka waktu yang lama pada dasarnya adalah kelebihan beban yang ditanggung oleh tubuh dan pikiran.

Terkadang digambarkan sebagai sindrom overachievers, orang-orang dengan penyakit ini mengalami kerusakan total yang mencakup kelelahan emosional, kognitif, dan fisik. Sekali menyerang, kelelahan dapat memakan waktu yang sangat lama dan membutuhkan perawatan ekstensif untuk dapat pulih kembali.

Kelelahan menyebabkan seseorang menjadi mudah tersinggung, antisosial, konfrontatif, dan umumnya menjadi menantang saat bergaul. Hal ini secara alami mempengaruhi hubungan individu dengan anggota keluarga dekat, teman, dan kolega. 

Ada berbagai tanda awal yang biasa ditunjukkan oleh mereka yang sedang mengalami proses menuju kelelahan. Berikut tanda-tanda awal kelelahan dari JobStreet.com.

1. Negativitas sering terjadi

Anda akan merasakan keputusasaan tanpa harapan, seolah-olah yang Anda lakukan tidak ada yang penting, disertai dengan pandangan yang sangat pesimistis. Perasaan negatif lainnya meliputi sinisme, frustrasi, kelalaian, dan kekecewaan. 

Memang normal mengalami hari yang buruk, tapi jika Anda menganggap diri Anda terlalu negatif dan mudah tersinggung dalam jangka waktu lama, itu mungkin pertanda bahwa anda terlalu banyak bekerja.

2. Kelelahan yang terus-menerus

Kelelahan bisa bersifat fisik, mental dan/atau emosional. Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu dari saat Anda bangun sampai kembali tidur, artinya ada sesuatu yang tidak beres. 

Kelelahan mental dan emosional sama buruknya dengan kelelahan fisik, jadi jangan hanya mengabaikannya dan berharap dapat hilang dengan sendirinya. 

Anda mungkin dapat tidur 8 jam seperti yang biasa anda lakukan, tapi jika pikiran Anda menolak untuk beristirahat, Anda akan terbangun dengan perasaan seolah-olah anda belum tidur sedetik pun.

3. Apatis dan tidak peduli terhadap pekerjaan

Apakah Anda merasa muak dan takut bekerja setiap pagi, tidak seperti sebelumnya saat Anda menantikannya? Sudahkah Anda meminta rekan Anda berkomentar tentang perubahan sikap Anda terhadap pekerjaan Anda?

4. Stres yang menyebabkan penyakit

Apakah Anda belakangan ini jatuh sakit? Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih rentan terhadap penyakit selain gangguan tidur seperti insomnia, serta rasa sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan.

5. Penundaan yang berlebihan

Apakah Anda merasakan diri anda menunda-nunda pekerjaan lebih dari biasanya di tempat kerja, bahkan ketika itu adalah tugas yang sangat sederhana sehingga Anda seharusnya bisa melakukannya dengan kedua mata tertutup? 

Semua orang menunda-satu atau lain waktu, tapi jika Anda tampaknya selalu menyeret kaki Anda saat berhadapan dengan setiap tugas kecil yang harus Anda kerjakan, Anda mungkin sedang mengalami proses menuju kelelahan.

6. Stagnasi

Apakah Anda benar-benar sibuk dengan pekerjaan tapi merasa terjebak dalam rutinitas? Apakah Anda merasa seolah-olah apa pun dilakukan tidak cukup baik, dan tidak membantu anda tumbuh ke arah yang benar? 

Jika Anda menjawab ya untuk keduanya, anda tentu butuh istirahat. Anda harus bisa merasakan beberapa tingkat prestasi setiap kali Anda menyelesaikan tugas atau proyek.

Kapan terakhir kali Anda mengambil cuti atau pergi berlibur? Jika Anda tidak ingat, itu pertanda buruk yang berarti bahwa anda mungkin memerlukannya. 

Pekerjaan itu penting, tapi tidak lebih penting dari kesehatan Anda. Jangan terus mengikuti pemikiran yang keliru bahwa menjadi seorang gila kerja adalah sesuatu yang bisa dibanggakan; sebenarnya tidak. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar