Minggu, 22 Juli 2018 | 13:51 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Kebutaan incar perokok

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Asap rokok. (Pixabay/Maxknoxvill)
Asap rokok. (Pixabay/Maxknoxvill)
<p>Rokok tidak hanya menyebabkan kanker. Konsumsi tembakau yang berkepanjangan mulai dari lima hingga 10 tahun bisa mempengaruhi saraf optik yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.&nbsp;</p><p>Saat mengalami kebutaan, maka tak akan ada bantuan yang bisa membantu penderita bisa kembali melihat normal, kata para ahli kesehatan dari All India Institute Of Medical Science (AIIMS).&nbsp;</p><p>"Kebutaannya tidak dapat diubah, merokok dan mengunyah tembakau menyebabkan penyakit jantung dan kanker, namun kehilangan penglihatan dan masalah mata lainnya disebabkan oleh tembakau," ujar Dr Atul Kumar dari AIIMS.</p><p>Dia mengatakan, di India dari jumlah kasus kebutaan yang terjadi, sekitar 5 persen karena konsumsi tembakau.&nbsp;</p><p>Tak hanya buta, perokok juga lebih berisiko mengalami katarak dibandingkan ketimbang orang yang bukan perokok. Demikian seperti dilansir laman Time of India. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 13:34 WIB

Pilot WNI tewas ditabrak di Madinah

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 13:29 WIB

1.000 nelayan Kota Kupang dilindungi asuransi

Asia Pasific | 22 Juli 2018 - 13:16 WIB

CIA: Tiongkok ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

Aktual Sepakbola | 22 Juli 2018 - 12:53 WIB

Marckho Sandy bakal akhiri kontrak di Sriwijaya FC

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:37 WIB

HSU stop iklan rokok demi anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25 WIB

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com