Selasa, 26 September 2017

Pagar Nusa Magelang tolak aksi solidaritas Rohingya di Candi Borobudur

Selasa, 05 September 2017 14:07

Ayo berbagi!

Rencana aksi solidaritas untuk Rohingya yang akan digelar di Candi Borobudur, Jumat (8/9) mendapat penolakan dari sebagian masyarakat. Mereka menilai, Candi Borobudur tidak hanya milik umat Budha, namun milik bangsa Indonesia dan sudah menjadi warisan dunia yang harus dilestarikan.

Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Magelang, Jawa Tengah Khamid ZenĀ mengatakan, atas nama kemanusiaan pihaknya mengutuk keras pembantaian etnis Rohingya. Namun, dirinya menolak keras rencana aksi solidaritas untuk Rohingya dilakukan di Candi Borobudur.

"Candi Borobudur merupakan World Heritage, yang harus dilindungi, dijaga dan dilestarikan," kata Khamid dalam rilisnya yang diterima Redaksi elshinta.com, Selasa (5/9).

Khamid meminta kepada seluruh ormas yang terlibat, agar melakukan aksi yang lebih efektif, dan solutif yang mengedepankan harmoni, menjaga persaudaraan antar agama saling menghormati dan menjaga kebhinekaan.

"Mari, bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, dan juga wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur," ujarnya.

Khamid juga meminta kepada aparat yang berwenang untuk memberikan rasa aman masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan yang mengunjungi candi Borobudur. "Tegakkan aturan dan hukum yang berlaku dengan tegas," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melarang aksi solidaritas Rohingya di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tito juga sudah memerintahkan kepada Kapolda Jateng untuk tidak mengizinkan aksi di Candi Borobudur.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar